Cara Amati Pergerakan Buah Hati di dalam Kandungan

Oleh Fitri Syarifah pada 09 Jan 2020, 19:00 WIB
Diperbarui 09 Jan 2020, 19:00 WIB
Ilustrasi ibu hamil bisa mendaftarkan janin dalam JKN-KIS dari BPJS Kesehatan (iStock)
Perbesar
Ilustrasi ibu hamil bisa mendaftarkan janin dalam JKN-KIS dari BPJS Kesehatan (iStock)

Liputan6.com, Jakarta Salah satu hal paling menakjubkan saat kehamilan yaitu sensasi ketika si kecil menendang di dalam perut. Hal itu menunjukkan bahwa sang buah hati sedang berkembang. 

Dokter obgyn berbasis di Texas, Heather Bartos, menjelaskan, tendangan bayi akan dirasakan pertama kali saat usia kandungan di antara 16-25 minggu. Jika ini adalah kehamilan pertama maka tendangan bayi baru terasa saat usia kandungan mendekati 25 minggu. Kehamilan kedua atau seterusnya, tendangan bayi dapat dirasakan lebih awal bahkan sebelum usia kandungan 16 minggu. Jika bayi terasa bergerak saat Anda diam, duduklah atu berbaringlah.

"Wanita hamil awalnya mungkin sulit menyadari kalau bayi sudah bergerak, namun kelamaan sang ibu akan lebih beradaptasi bahkan sampai tau kapan si kecil buang angin, merasa lapar dan sebagainya. Di trimester kedua dan ketiga, akan lebih terasa bahkan sampai Anda bisa membedakan mana tendangan, pukulan tangannya dan sikut," ungkapnya, seperti dimuat Todaysparent.

Seberapa sering harusnya bayi bergerak? Melansir WebMD, awalnya mungkin hanya terasa berkedut, namun di trimester kedua gerakannya harus lebih kuat.

Berdasarkan studi, di trimester ketiga gerakannya bisa hingga 30 kali per jam. Bayi biasanya bergerak aktif di waktu tertentu, seringnya di siang hari. Paling sering bayi aktif di antara jam 9 pagi dan jam 1 siang, tepat ketika Anda akan tidur. Hal tersebut dikarenakan perubahan kadar gula darah. Bayi juga merespons suara dan sentuhan.

"Saat sekecil apapun pergerakan bayi dapat dirasakan, selalu monitor pergerakannya. Jika tiba-tiba terlalu cepat, terlalu lambat atau jarang bergerak, segera periksakan ke dokter kandungan," kata Bartos.

Dengan menghitung rata-rata pergerakan bayi, Anda dapat memastikan perubahan grafiknya. Anda dapat menghitungnya di saat bayi paling aktif (biasanya setelah makan). Banyak variasi ketetapan dalam hitungan pergerakan bayi. Namun, the American College of Obstetricians and Gynecologists merekomendasikan bahwa minimal bayi bergerak 10 kali dalam 2 jam.

 

2 dari 3 halaman

Bagaimana bila janin tidak bergerak?

Ilustrasi ibu hamil (iStock)
Perbesar
Ilustrasi ibu hamil (iStock)

Anda tidak perlu panik jika hamil pertama dan usia kandungan belum mencapai 25 minggu. Atau bisa saja bayi sedang tidur atau saat usia kandungan 32 minggu, karena bayi semakin besar dan ruang yang sempit.

Namun, ketika bayi sudah bergerak teratur, dan suatu saat gerakannya melambat atau tidak sampai 10 dalam 2 jam atau bahkan terlalu cepat dari biasanya, inilah saat ketika Anda harus memeriksakan diri ke dokter.

Berikut ini merupakan panduan pergerakan bayi dalam kandungan:

12 minggu: bayi mulai bergerak, namun mungkin tidak terasa karena bayi masih sangat kecil.

16 minggu: wanita hamil mulai merasakan 'kupu-kupu', baik itu hanya buang angin atau benar-benar gerakan bayi.20 minggu: pergerakan bayi semakin terasa.

24 minggu: gerakan bayi semakin jelas dan teratur. Saat ini bahkan sang ibu merasakan kedutan saat bayi cegukan.

28 minggu: gerakan bayi semakin sering, bahkan beberapa gerakan bayi di usia ini akan membuat sang ibu sesak napas.

36 minggu: semakin membesarnya rahim, gerakan bayi harus sedikit melambat meski tetap teratur di waktunya. Jika ada masalah dengan pergerakan bayi, segera periksakan ke dokter.

3 dari 3 halaman

Simak Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait