Redakan Kecemasan Berlebih dengan 3 Jenis Minyak Esensial Ini

Oleh Liputan6com pada 07 Jan 2020, 19:00 WIB
Diperbarui 07 Jan 2020, 19:15 WIB
Minyak esensial

Liputan6.com, Jakarta Minyak esensial merupakan hasil ekstraksi dari tanaman yang dapat memberikan nutrisi mikro dan makro yang tak terhingga. Tak hanya itu, minyak esensial juga memberikan banyak manfaat untuk kesehatan tubuh, seperti mengurangi peradangan, melawan penuaan, menyeimbangkan hormon, menurunkan stres, membantu menghilangkan insomnia, dan bahkan juga mampu meredakan anxiety atau kecemasan.

Hal tersebut seperti diungkapkan Josh Axe, seorang dokter obat alami dan penulis Essential Oils: Ancient Medicine.

“Banyak minyak esensial yang memiliki sifat anti-mikroba dan bekerja untuk meningkatkan kekebalan tubuh Anda dan menghancurkan bakteri serta virus yang berbahaya,” ujar Josh Axe.

Dilansir dari Reader’s Digest pada Selasa, 7 Januari 2020, yang mengatakan bahwa dengan meningkatkan minat pada penyembuhan holistik alami dan pengobatan integratif, minyak esensial sedang diteliti dan diterapkan secara aktif di Amerika Serikat.

“Ada penelitian yang menarik tentang sifat anti-virus dan anti-bakteri minyak serta studi tentang dampak minyak esensial terhadap kesehatan emosional, termasuk anxiety, depresi, mood, dan konsentrasi,” ujar Jan Stritzler, instruksi yoga korektif NYC.

Jan Stritzler mempraktikkan dengan cara menggabungkan minyak esensial dengan teknik relaksasi yang mencakup pernapasan dalam, yoga, meditasi, pijat, dan akupunktur.

2 dari 3 halaman

Beberapa Minyak Esensial yang Dapat Meredakan Anxiety

1.       Lavender Oil

Fakta menyebutkan bahwa sebuah studi dari Frontiers in Behavioral Neuroscience pada Oktober 2018 menyebutkan terdapat linalool, salah satu alkohol dari ekstrak lavender dapat meredakan anxiety.

“Untuk merasakan manfaatnya Anda cukup menuang satu tetes ke telapak tangan. Lalu, tepuk kedua tangan dan hirup secara perlahan,” ujar Amy Galper seorang aromaterapis dan pendiri New York Institute of Aromatic Studies.

2.       Citrus Oil

Sebuah studi dari Vienna University di Austria menemukan bahwa aroma ambien jeruk mengurangi anxiety dan meningkatkan mood pasien yang sedang menunggu untuk perawatan gigi. Penelitian lainnya juga telah menemukan bahwa aroma jeruk yang menyebar di ruangan dapat mengatur kadar hormon dan membantu mengurangi dosis anti-depresan pada pasien yang sedang depresi. Dalam menggunakannya, anda bisa memberikan minyak esensial yang satu ke kulit dan dan biarkan terserap dengan baik. Setelah itu, jangan lupa menggunakan tabir surya ke daerah yang telah diberi minyak jeruk tersebut. Leah Sherman seorang dokter naturopathic (dokter ahli pengobatan alami) di Portland mengatakan minyak esensial aroma jeruk bisa membuat anda lebih sensitif terhadap matahari.

3.       Rose Oil

Peneliti telah menemukan banyak manfaat menggunakan minyak esensial dari bunga mawar ini, mulai dari membersihkan noda di kulit dan mengurangi anxiety dan depresi bagi seseorang. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Complmentary Therapies in Clinical Practice mengatakan bahwa sebuah kelompok yang menerima perawatan aromaterapi ini mengalami angka depresi pascakelahiran yang jauh lebih rendah serta angka yang rendah untuk mengatasi gangguan anxiety.

 

 

3 dari 3 halaman

Cara Penggunaan Minyak Esensial

Minyak esensial
Ilustrasi minyak esensial (iStockphoto/karelnoppe)

Leland Stillman, MD seorang dokter medis dari Tampa, Florida percaya bahwa beberapa minyak esensial memiliki sifat penyembuhan, tetapi seperti banyak dikatakan oleh ahli medis ia merekomendasikan menggunakannya untuk tujuan aromaterapi daripada mengkonsumsinya.

“Anda bisa mendapatkan banyak manfaat dari minyak esensial dengan mengoleskan beberapa tetes ke kulit atau dapat menambahkannya ke lotion. Selain itu, juga bisa Anda gunakan sebagai diffuser untuk menyebarkan aroma ke dalam ruangan,” ujar Leland.

Menurut Isha Gupta, MD, seorang ahli saraf di IGEA Brain and Spine, apabila digunakan di kulit pastikan bahwa Anda tidak memiliki alergi terhadap kandungan bahan-bahan di dalamnya.

 

Penulis : Vina Muthi A.

Lanjutkan Membaca ↓