Rumah Terendam Banjir, Suami Arbila Didera Gatal-gatal

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 04 Jan 2020, 17:00 WIB
Diperbarui 04 Jan 2020, 17:00 WIB
Saat Banjir Terjang Jakarta dan Sekitarnya di Awal Tahun 2020
Perbesar
Warga menunjukkan ular yang ditemukan saat banjir di sekitar Jalan Hang Lekir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (1/1/2020). Banjir tersebut disebabkan karena tingginya intensitas hujan yang mengguyur sejak Selasa (31/12/2019). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta Arbila, warga Kampung Duri, Jakarta Barat ikut mengungsi lantaran rumahnya terendam banjir pada Rabu (1/1/2020). Ia harus mengungsi bersama anak dan suaminya. Namun, penyakit kulit menyerang sang suami.

Akibat banjir, suami Arbila terkena gatal-gatal di bagian pelipis mata hingga bengkak. Untuk mengobati gatal-gatal, ia mendatangi tenaga kesehatan di Posko Banjir GOR Kecamatan Cengkareng Barat. Suami Arbila sudah ditangani oleh dokter di posko.

“Suami saya langsung berobat (di depan posko) karena gatal-gatal, bengkak. Diobatin di posko kesehatan, obatnya lengkap, dokternya juga lengkap,” tutur Arbila melalui keterangan tertulis yang diterima Health Liputan6.com, ditulis Sabtu (4/1/2020).

Rasa syukur diungkapkan Arbila saat gatal-gatal suaminya mendapat pengobatan dari posko kesehatan. Sebelumnya, ia mengaku khawatir jika di posko tidak ada tenaga kesehatan yang jaga, terlebih lagi pada hari kejadian banjir.

Namun, ia mendapati tenaga kesehatan dari Puskesmas Kecamatan Cengkareng sudah disiagakan. Kehadiran layanan kesehatan di tengah darurat banjir diakui Arbila sangat terbantu.

Khawatir pun sirna tatkala tenaga kesehatan siap siaga melayani korban terdampak banjir Jakarta.

2 dari 3 halaman

Gatal-gatal dan Infeksi Kulit

Korban Banjir Kampung Melayu
Perbesar
Rumah Nursiah yang terletak di RT 12 RW 06, Kelurahan Kampung Melayu, Jatinegara Jakarta Timur satu dari sekian banyak rumah yang terendam banjir akibat luapan kali Ciliwung pada Rabu, 1 Januari 2020. (Foto: Liputan6/Ady Anugrahadi)

Gatal-gatal dan infeksi kulit merupakan salah satu penyakit yang rentan dialami korban terdampak banjir. Air banjir yang kotor, penuh sampah, dan benda-benda asing lain sudah terkontaminasi bakteri.

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI) M Adib Khumaidi menyampaikan, pencegahan agar terhindar dari penyakit akibat banjir. Diupayakan hindari kontak langsung dengan air banjir.

"Tidak merendam kaki dalam air banjir, kecuali upaya penyelamatan. Tak lupa, melindungi anggota tubuh dengan mengenakan sarung tangan dan sepatu boots bila harus terjun ke dalam air banjir," tulis Adib dalam keterangan tertulisnya.

Jika sudah terlanjur gatal-gatal, seperti suami Arbila, bersihkan area tubuh yang gataldan berikan pengobatan yang sesuai. Gatal disebabkan oleh jamur, salep antijamur bisa jadi pilihan, sedangkan gatal karena infeksi bakteri dapat diberikan salep antibiotik.

Korban terdampak banjir bisa langsung memeroleh pengobatan di posko kesehatan.

3 dari 3 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓