Masker Sperma, Perawatan Kecantikan Tinggi Antioksidan

Oleh Liputan6com pada 04 Jan 2020, 20:00 WIB
Diperbarui 06 Jan 2020, 12:13 WIB
Tutorial Masker Wajah dari Labu untuk Kulit Cerah dan Lembut

Liputan6.com, Jakarta Salah satu perawatan kulit wajah dapat dilakukan dengan menggunakan masker. Apabila anda sudah biasa dan bosan menggunakan masker alami atau masker kemasan yang ada di pasaran, cobalah menggunakan masker sperma.

Dilansir dari Bustle masker sperma yang digunakan di produk kecantikan bukanlah sperma alami, itu sebenarnya dapat disentesis terlebih dahulu di laboratorium.

Kandungan yang terdapat pada sperma yaitu seperti zink, magnesium, protein, potasium, kalsium, fruktosa yang dapat menutrisi dan melembabkan kulit wajah. Terlebih lagi, sperma juga memiliki manfaat sebagai antioksidan yang dapat mencegah timbulnya jerawat dan juga penuaan pada kulit wajah.

Apabila ingin mencoba masker sperma, cukup dengan cara mengoleskan sperma ke kulit wajah dan diamkan selama kurang lebih 30 menit, kemudian bilas.

2 dari 2 halaman

Dampak Buruk Masker Sperma

Ilustrasi jerawat
Ilustrasi dampak buruk penggunaan masker sperma. Sumber foto: pixabay.com/Kjerstin Michaela.

Sperma dikatakan dapat dijadikan masker wajah, tetapi tetap perhatikan dambak buruknya.

Dikatakan oleh Will Kirby ahli dermatologis estetika bahwa penggunaan masker sperma ke kulit dapat menyebabkan iritasi.

“Menggosokkan sperma ke kulit dapat menyebabkan iritasi bahkan menyebarkan Infeksi Menular Saluran (IMS),” ucap Will Kirby pada Daily Beast.

Penggunaan sperma di kulit wajah juga bisa menyebabkan alergi, gatal-gatal, hingga menimbulkan jerawat akibat kadar yang terlalu tinggi pada testosteron. Terlebih lagi, apabila sperma yang digunakan tidak bebas dari penyakit, tentu nantinya dapat menularkan penyakit seperti Hepatitis, herpes, sifilis, dan lain-lain. Kandungan yang ada pada sperma cukup menjajikan sebagai perawatan kulit wajah, tetapi perlu berhati-hati juga untuk menggunakannya.

 

Penulis : Vina Muthi A.

Lanjutkan Membaca ↓