Veronica, Guru Kreatif yang Ajari Anatomi Tubuh dengan Kostum Khusus

Oleh Benedikta Desideria pada 29 Des 2019, 12:00 WIB
Diperbarui 29 Des 2019, 12:00 WIB
Guru
Perbesar
Guru kenakan kostum tak biasa demi ajarkan anatomi tubuh manusia pada murid-muridnya. (dok. Twitter)

Liputan6.com, Jakarta Seorang guru asal Spanyol, Veronica Duque, tahu betul bahwa tidak mudah bagi murid-muridnya memahami organ internal tubuh manusia. Namun, wanita 43 tahun ini tak kehilangan ide. Dia masuk kelas untuk mengajar sambil mengenakan baju ketat bergambarkan organ tubuh manusia.

Foto Veronica tengah mengajar sambil mengenakan kostum khusus anatomi tubuh itu pun beberapa waktu terakhir viral di media sosial. Tak lain dan tak bukan adalah sang suami yakni Michael yang mengunggah hal tersebut ke Twitter.

"Sangat bangga dengan ide luar biasa ini. Saya bangga punya istri seperti dia. Hari ini dia menjelaskan mengenai organ tubuh manusia ke murid-muridnya dengan cara original. Murid-muridnya pun terkejut. Keren Veronica!!!," cuit Michael pada 16 Desember silam.

 

Aksi Veronica jadi perbincangan di media sosial. Banyak yang memuji upaya wanita yang sudah mengajar 15 tahun ini dalam menerangkan organ-organ tubuh manusia.

"Dia benar-benar berdedikasi atas pekerjaannya," kata salah satu pemilik akun Twitter.

 

2 dari 2 halaman

Kostum Beli Online

Guru
Perbesar
Guru kenakan kostum tak biasa demi ajarkan anatomi tubuh manusia pada murid-muridnya. (dok. Twitter)

Dalam wawancara dengan Bored Panda, Veronica mengungkapkan memang dia punya misi mempermudah  menjelaskan murid-murid kelas tiga sekolah dasar soal anatomi tubuh manusia. Mulai dari jantung, usus, hingga otot-otot kaki dan tangan.

Siapa sangka, kostum tersebut dia dapatkan dari situs penjualan online.

"Saat itu aku tengah berselancar di internet. Muncul iklan baju berenang di AliExpress. Saya paham susah sekali memvisualisasikan organ-organ internal tubuh ke murid-murid, saya pikir kenapa tak coba saja," katanya.

Lewat kerja keras nan kreatif mengajarkan soal organ tubuh ke murid-murid, Veronica berharap guru tak lagi dianggap sosok yang monoton saat mengajar.

"Saya ingin agar masyarakat tak menganggap kami para guru itu pelayan publik yang malas. Sama sekali tidak," katanya.

Lanjutkan Membaca ↓