Cek, Perubahan Menstruasi Saat 20, 30, dan 40 Tahun

Oleh Liputan6com pada 23 Des 2019, 12:00 WIB
Diperbarui 23 Des 2019, 12:00 WIB
Ilustrasi Menstruasi.
Perbesar
Ilustrasi Menstruasi. (Sumber: iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta - Menstruasi yang terjadi pada usia belasan, 20 dan 40 tahun tentu berbeda. Perubahan hormon yang berkaitan dengan usia serta pengalaman seperti kehamilan dan perimenopause turut memengaruhi kondisi tersebut. 

Seperti dilansir laman Health, dijelaskan perubahan kondisi saat menstruasi yang terjadi di usia 20, 30, dan 40 tahun.

Di usia 20-an

Sebagian besar anak muda usia 20-an berjuang dengan periode menstuasi yang tidak teratur. Lauren Streicher, dokter spesialis obstetri dan ginekologi Chicago mengatakan akan mengalami kram dan nyeri payudara.

Selain itu, perubahan menstruasi lainnya yang cenderung terjadi pada usia 20-an juga berkaitan dengan kehamilan. Dalam usia ini, wanita yang sudah menikah dan memutuskan untuk mulai menggunakan kontrasepsi hormonal dapat memengaruhi menstruasi.

Pil, atau bentuk kontrasepsi hormonal seperti IUD hormonal atau Depo-Provera -- suntikan kontrasepsi -- dapat menyebabkan menstruasi terhenti. 

2 dari 3 halaman

Usia 30 dan 40 Tahun

Tanda-Tanda Menstruasi
Perbesar
Tanda-Tanda Menstruasi (Sumber: iStockphoto)

Di usia 30-an

"Pada usia ini, menstruasi sebaiknya sudah teratur," kata Streicher.

Gejala seperti rasa sakit yang lebih hebat daripada kram biasa bisa jadi merupakan tanda masalah yang lebih serius. Perlu segera ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan bila mengalami hal ini. 

Salah satu masalah yang dialami wanita muda adalah endometriosis. Ditandai dengan rasa sakit yang tidak menyenangkan selama menstruasi. Kondisi ini kerap didiagnosis ketika seorang wanita berusia 30-an.

Di usia-usia ini banyak juga wanita yang hamil. Setelah kurang lebih 40 minggu tidak menstruasi, usai melahirkan anak maka haid akan datang sekitar enam minggu usai melahirkan seperti disampaikan dokter spesialis kebidanan dan kandungan Sherly Ross.

 

Di usia 40-an

Usia 40-an awalnya ditandai dengan fluktuasi hormon perimenopause, yang merupakan prekursor (sesuatu yang mendahului dan menunjukkan kemunculan sesuatu atau seseorang; pertanda) dalam menopause. Bila ini sudah terjadi, maka sekitar 8 sampai 10 tahun wanita tersebut bakal mengalami menopause.

"Hal yang selalu saya katakan tentang gejala perimenopause adalah tidak ada yang dapat diprediksi," kata Streicher.

 Namun, dengan ovulasi yang tidak menentu, bukan berarti tidak bisa hamil. Seorang wanita belum mengalami menopause sampai haidnya berhenti setidaknya selama satu tahun.

"Apabila Anda mengalami gejala yang tidak biasa, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter Anda," kata Ross.

Periode yang sangat tidak teratur atau perubahan drastis pada menstruasi bisa jadi merupakan tanda masalah tiroid, sindrom ovarium polikistik, atau sejumlah masalah kesehatan lainnya.

 

Penulis : Lorenza Ferary

3 dari 3 halaman

Simak Video Menarik Berikut:

Lanjutkan Membaca ↓