Ditemukan Bolong, Badan Amal di Uganda Tarik Sejuta Kondom Dari Peredaran

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 08 Des 2019, 19:00 WIB
Diperbarui 08 Des 2019, 19:15 WIB
Kondom

Liputan6.com, Jakarta Sebuah badan amal internasional menarik lebih dari satu juta kondom yang telah dibagikan di Uganda. Hal itu mereka lakukan usai banyaknya produk yang rusak.

Badan amal Maria Stopes International pada akhir November lalu melakukan penarikan tersebut usai ditemukannya kondom yang rusak dan tidak memenuhi standar kualitas. Mereka pun menggantinya dengan yang baru.

Dilansir dari The Guardian pada Minggu (8/12/2019) dicurigai setidaknya ada 335 ribu kotak kondom yang rusak. Padahal, badan amal tersebut menyatakan produk tersebut telah disetujui oleh UN Population Fund, yang telah melakukan uji di laboratorium Badan Kesehatan Dunia sebelum dikirim.

"Kami mengambil segala langkah untuk memastikan bahwa produk-produk memiliki standar tertinggi," tulis badan amal tersebut dalam sebuah pernyataannya.

2 dari 3 halaman

Peningkatan Akses Alat Kontrasepsi

Kondom
Ilustrasi Foto Alat Kontrasepsi Kondom (iStockphoto)

Selain itu, Carole Sekimpi, country director Maria Stopes Uganda saat itu juga meminta agar warga membaca terlebih dulu kemasan kondom dan memintanya menghubungi mereka apabila ragu dengan produk tersebut.

Selain itu, distributor dan apotek juga segera dihubungi oleh Maria Stopes.

Setidaknya, dua juta kondom dipasok oleh Maria Stopes ke seluruh Uganda pada setiap bulannya.

Uganda merupakan salah satu dari 69 negara kemitraan global Family Planning 2020, dimana akses ke kontrasepsi berusaha untuk ditingkatkan. Sekitar 30 persen wanita menggunakan alat kontrasepsi modern.

UNAids mencatat, sekitar 6 persen warga Uganda berusia 15 hingga 49 tahun hidup dengan HIV. Selain itu, infeksi penyakit tersebut di kalangan wanita muda lebih dari dua kali lipat apabila dibandingkan dengan pria.

3 dari 3 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait

Air Sabun Vs Hand Sanitizer