Ingin Hamil tapi Keputihan, Apa yang Harus Dilakukan?

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 06 Des 2019, 21:00 WIB
Diperbarui 06 Des 2019, 21:00 WIB
Liputan 6 default 4
Perbesar
Ilustraasi foto Liputan 6

Liputan6.com, Jakarta Jika ingin merencanakan kehamilan, maka perhatikan apakah istri mengalami masalah keputihan. Ini karena keputihan dapat memengaruhi kesuburan wanita, yang bisa membuat sulit hamil.

"Kalau pengen hamil ya jangan keputihan. Keputihan bisa mempersulit wanita buat hamil," ujar Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo di Kantor BKKBN, Jakarta, kemarin (5/12/2019) dalam keterangan wawancara yang diterima Health Liputan6.com

"Biasanya ditanya dulu, keputihannya bagaimana? Normal atau enggak. Yang normal itu keputihan yang enggak gatal dan berbau."

Tanda-tanda keputihan yang tidak normal, yakni berbau dan gatal. Selain itu, vagina terasa panas.

2 dari 3 halaman

Didera Infeksi Jamur

Vagina - Alat Reproduksi wanita (iStockphoto)
Perbesar
Keputihan tidak normal bisa saja infeksi jamur. (iStockphoto)

Ketika keputihan yang tidak normal terjadi, kondisi itu berarti wanita terkena infeksi jamur. Infeksi jamur pun bisa menular pada pasangan seksual.

"Kalau keputihannya gatal sekali. Nah itu, berarti tanda infeksi jamur. Harus diobati dulu. Baru nanti rencanakan untuk hamil," tambah Hasto, yang berlatar belakang dokter spesialis obstetri dan ginekologi.

Infeksi jamur menyebabkan jamur (flora) di dalam vagina menjadi tidak seimbang. Sperma jadi lebih sulit mencapai rahim. Untuk menangani keputihan ini, obat anti jamur biasa direkomendasikan 

Area vagina bersih, sperma akan mudah masuk ke saluran serviks. Peluang hamil bisa besar.

Wanita juga perlu memerhatikan, masalah keputihan yang berkepanjangan dan tidak normal sebaiknya lekas ke dokter. Dokter akan memeriksa, apakah ada infeksi jamur atau tidak.

3 dari 3 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓