Kisah Nenek Sempel Hidup Sebatang Kara di Perbatasan Indonesia-Malaysia

Oleh Aceng Mukaram pada 02 Des 2019, 08:00 WIB
Diperbarui 04 Des 2019, 07:13 WIB
Nenek Sempel

Liputan6.com, Sanggau Bayangan menjalani hari tua dengan dikelilingi sanak keluarga dalam rumah yang hangat dan penuh cinta jauh dari keseharian Nenek Sempel.

Sebaliknya, warga lansia Dusun Sungai Ima, Desa Sotok, Kecamatan Sekayam, Kabupatan Sanggau Kalimantan Barat itu hidup sebatang kara dalam gubuk kayu ukuran 3 x 3 meter.

Katarak yang menyerang kedua mata membatasi gerak wanita usia 75 tahun yang tinggal di perbatasan Indonesia-Malaysia itu.

Kondisi Nenek Sempel memprihatinkan. Gubuknya terhitung tak layak huni. Sementara ia menderita katarak sejak 2004. Badannya pun mengalami pembengkakan.

 

 

Nenek Sempel
Gubuk kayu tempat tinggal Nenek Sempel (Foto: dok. Satgas Pamtas Batalyon Infanteri Raider 641/Beruang)
2 of 3

Mengandalkan uluran tangan tetangga

Nenek Sempel
Nenek Sempel mengandalkan uluran tangan tetangga untuk hidup sehari-hari. (Foto: dok. Satgas Pamtas Batalyon Infanteri Raider 641/Beruang)

Nenek Sempel mengandalkan uluran tangan tetangga untuk makan sehari-hari. Ia terbiasa minum air mentah dan mandi di kubangan dekat rumahnya karena tak mampu pergi ke sungai.

"Untuk makan sehari-hari hanya mengandalkan dari uluran tangan tetangganya. Sedangkan untuk minum hanya minum air mentah. Mandinya pun hanya di kubangan dekat rumahnya, tidak bisa ke sungai karena tidak bisa melihat," jelas Letnan Kolonel Infanteri Kukuh Suharwiyono, Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Pengamanan Perbatasan Indonesia-Malaysia Yonif R 641/Beruang yang mengevakuasi Nenek Sempel.

3 of 3

Evakuasi Nenek Sempel

Nenek Sempel
Nenek Sempel menuju Pontianak Eye Center (Foto: dok Satgas Pamtas Batalyon Infanteri Raider 641/Beruang).

Atas laporan warga, Kukuh dan enam personel satuan tugas pengamanan perbatasan yang dipimpinnya serta Kasi Ekbang Desa Sotok Kerbinus Budi mengevakuasi Nenek Sempel pada Jumat (29/11/2019). 

'Evakuasi Nenek Sempel dilakukan Satgas Pamtas atas adanya laporan dari warga bahwa ada seorang nenek yang sakit,” ujarnya.

Setelah evakuasi, Nenek Sempel dibawa ke Pontianak guna mendapat penanganan medis. "Kita bawa Nenek Sempel ke Pontianak Eye Center untuk mendapat pengobatan penyakit kataran yang dideritanya," tutup Kukuh.

Lanjutkan Membaca ↓