Inilah Perjalanan Obat Tetes Mata Rohto di Indonesia, Sudah Ada Sejak Tahun 1934

Oleh Gilar Ramdhani pada 01 Des 2019, 23:11 WIB
Diperbarui 02 Des 2019, 02:15 WIB
Inilah Perjalanan Obat Tetes Mata Rohto di Indonesia, Sudah Ada Sejak Tahun 1934

Liputan6.com, Jakarta Brand perawatan kesehatan mata, Rohto baru-baru ini meluncurkan produk obat tetes mata terbaru yakni Rohto Dryfresh dan Rohto V-Extra. Rohto DryFresh adalah tetes mata dengan kandungan Hypromellose 0,3% yang dapat mengatasi gejala mata kering, sedangakan Rohto V-Extra dengan kandungan Tetrahidrozolin HCl 0,05% dan Macrogol 400 1% yang bermanfaat untuk mengatasi mata merah karena iritasi ringan yang disertai kondisi mata kering.

Kehadiran kedua produk baru ini semakin melengkapi jajaran produk dari PT. Rohto Laboratories yang sebelumnya telah mengembangkan beberapa produk di bawah brand Rohto, seperti Obat Mata Rohto, Rohto Cool, Rohto Eye Flush dan Rohto C Cube.

Bicara mengenai obat tetes mata Rohto, ada hal menarik yang perlu kamu ketahui. Ternyata obat tetes mata Rohto sudah ada di Indonesia sebelum bangsa ini merdeka lho. Presiden Direktur PT. Rohto Laboratories Indonesia, Mukdaya Massidy menceritakan bahwa Rohto masuk pertama kali ke Indonesia tahun 1934 melalui hubungan dagang antara Indonesia dan Jepang di masa itu.

"Bicara tentang Rohto tentu tidak lepas dari ROHTO Pharmaceutical Co.,Ltd. yang tahun ini berusia 120 tahun. Rohto Jepang berdiri pada tahun 1899. Masuk ke Indonesia pada tahun 1934. Kita bangga perdagangan Indonesia sebelum merdeka ternyata sudah maju. Dibuktikan juga pada tahun 1939 ada iklan Rohto yang pakai bahasa melayu dan jawa, Djampi Mripat Rohto," ujar Mukdaya Massidy saat Grand Launching Rohto DryFresh dan Rohto X-Extra, di Kabupaten Bandung Barat, Kamis (28/11).

Inilah Perjalanan Obat Tetes Mata Rohto di Indonesia, Sudah Ada Sejak Tahun 1934
Iklan Rohto di Indonesia tahun 1939.

Sejak resmi diperdagangkan di Indonesia, Rohto mengalami pasang surut bisnis, mulai dari berhenti beredar hingga penyesuaian aturan yang dikeluarkan BPOM. Dari tidak punya pabrik sampai sekarang memiliki pabrik sendiri yang mampu memproduksi memproduksi 20 juta botol obat tetes mata per tahun. Berikut ini sekilas perjalanan Rohto di Indonesia:

1. Tahun 1960: Kerja sama dengan Kimia Farma

Setelah Indonesia merdeka, tahun 1960 Rohto melanjutkan bisnisnya dengan menjual obat tetes mata Rohto dengan botol warna biru. Dalam produksi ini Rohto bekerja sama dengan Kimia Farma, perusahaan industri farmasi pertama di Indonesia. Namun, kerja sama dengan Kimia Farma tak berlangsung lama.

"Seiring berjalannya waktu ada beberapa hal yang terjadi antara Rohto dan Kimia Farma sehingga membuat Rohto Jepang memutuskan untuk berhenti memasarkan produknya di Indonesia," ujar Mukdaya Massidy. Rohto pun vakum selama 20 tahun lebih di Indonesia.

2. Tahun 1996: PT Rohto Laboratories Indonesia resmi berdiri

Sekitar tahun 1995, petinggi dari Rohto Group bertemu dengan pengusaha Indonesia dan sepakat menjalin kerja sama di medical business. Kemudian pada tahun 1996 berdirilah PT Rohto Laboratories Indonesia untuk mendukung medical business dan consumer health care di Indonesia. Sebelum memproduksi obat tetes mata, Rohto Indonesia terlebih dahulu memproduksi alat kesehatan yakni lensa intra ocular untuk operasi mata katarak.

3. Tahun 2001: Rohto Cool resmi hadir di Indonesia

Tahun 1997, perusahaan mulai memproduksi obat tetes mata Rohto yang berbotol biru. Dilanjutkan tahun 2001 mirilis Rohto Cool.

"Tahun 2001, perusahaan melaunching Rohto Cool yang sampai sekarang dikenal masyarakat Indonesia. Ketika itu produksinya bekerja sama dengan Darya Varia," tutur Mukdaya Massidy.

4. Rohto bangun pabrik di Indonesia

Tahun 2005, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan aturan bahwa bisnis industri farmasi di Indonesia harus sesuai dengan PICS (Pharmaceutical Inspection Co-operation Scheme). PICS merupakan standar Eropa yang dipakai dengan tujuan menyehatkan bisnis industri farmasi. Karena partner bisnis Rohto tidak dapat melaksanakan skema PICS itu, akhirnya perusahaan memutuskan untuk berhenti bekerja sama. Pihak Rohto Laboratories Indonesia tidak tinggal diam dan mengajukan proposal pembangunan pabrik sendiri di Indonesia.

"Jadi, saya putuskan untuk berangkat ke Osaka, Jepang. Mengajukan proposal untuk membangun pabrik sendiri. Pembangunan pabrik dilakukan secara bertahap. Tahun 2008 pabriknya diresmikan. Semua eye drops diproduksi dengan standar internasional dan sesuai dengan PICS. Ditambah teknologi yang mengacu pada Rohto Group Jepang," ujarnya.

5. Kapasitas produksi lebih dari 20 juta botol per tahun

Mukdaya Massidy pabrik PT Rohto Laboratories Indonesia yang berlokasi di Bandung Barat mampu memproduksi lebih dari 20 juta botol per tahun. Pihaknya saat ini masih fokus untuk memberika pasar Indonesia. Adapun untuk ekspor lebih mengutamakan alat kesehatan.

"Kebutuhan untuk Indonesia sangat tinggi. Kita mendahulukan kepentingan masyarakat Indonesia, jangan sampai kekurangan obat tetes mata," ujar Mukdaya Massidy.

6. Tekad "Never Say Never"

Hingga saat ini, pabrik PT Rohto Laboratories Indonesia telah menghasilkan produk berstandar internasional. Tidak hanya Artificial Eye Drops seperti obat tetes mata Rohto, Rohto Cool, Rohto Eye Flush, Rohto Dryfresh hingga Rohto V-Extra, melainkan juga lensa intra ocular, Glucoma Implant, serta dermatologist skin care. Inovasi Glucoma Implant yang bekerja sama dengan dokter Virna Dwi Oktarian bahkan belum lama ini diganjar penghargaan dari Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Rohto DryFresh dan Rohto V-Extra
Rohto DryFresh dan Rohto V-Extra

Dalam video profil perusahaan, Mukdaya Massidy menegaskan bahwa PT Rohto Laboratories Indonesia berkomitmen menjaga kualitas produk dengan melaksanakan sistem jaminan mutu mulai dari pengawasan bahan baku, proses produksi yang didukung teknologi muhktahir, pemeriksaan dan pengemasan hingga pengiriman sampai diterima langsung konsumen.

"Kami terus berinovasi dan mengambil setiap tantangan dengan menghasilkan merek dan produk berkualitas," kata Mukdaya.

Setelah 23 tahun, lebih dari 120 varian produk comsumer health care yang telah dikembangkan dan tersedia di seluruh Indonesia.

"Never Say Never adalah filosofi global kami, dengan tekad ini kami berusaha menghadapi tantangan yang ada. Itulah tujuan kami untuk terus mengembangkan produk-produk berkualitas yang memberikan manfaat lebih bagi konsumen kami," kata Mukdaya.