Penyebab Kacamata Baru Bikin Sakit Kepala

Oleh Liputan6.com pada 22 Nov 2019, 20:00 WIB
Diperbarui 22 Nov 2019, 20:17 WIB
Kacamata

Liputan6.com, Jakarta Beberapa orang kadang sangat akrab dengan fenomena menjengkelkan ketika memakai kacamata baru yakni pusing. Walaupun penglihatan yang semula kabur menjadi jernih, normal tidak sih kondisi ini?

Beberapa orang memilih berhenti sepenuhnya memakai kacamata baru akibat sakit kepala yang dirasakan. Padahal, sakit kepala awal dari kacamata baru sebenarnya bisa sangat normal dan bukan berarti harus berhenti memakai kacamata.

Para ahli mata menyebut bahwa ada kesalahan bias yang merupakan ketidaksempurnaan bentuk mata yang akhirnya berdampak pada daya fokus mata. 

Jika Anda sudah memakai kacamata dan resep baru tidak berubah secara drastis maka mata dapat menyesuaikan diri dengan mudah. Namun, berbeda halnya dengan orang yang baru pertama kali mengenakan kacamata atau perubahan resep besar-besaran. Ini akan membuat mata harus mengeluarkan strategi lebih ekstra agar dapat melihat dengan jelas.

“Ketika Anda mendapatkan kacamata baru, mata sedang belajar untuk mengkompensasi tuntutan visual yang berubah yang tidak biasa mata lakukan,” kata Laura Di Meglio, O.D., instruktur oftalmologi di John Hopkins Medicine, Amerika Serikat seperti dikutip dari Self.

Ootot-otot dan sistem pemfokusan mata tiba-tiba harus bekerja secara berbeda, inilah yang kemudian membuat kepala menjadi sakit. Biasanya, sakit kepala karena kacamata baru yang hilang setelah beberapa hari penggunaan.

 

2 of 4

Tanda masalah besar

Ilustrasi kacamata
Ilustrasi kacamata (Photo by Scott Van Daalen on Unsplash)

Di Meglio menambahkan bahwa bila rasa tidak nyaman berlanjut lebih dari satu minggu setelah mendapatkan kacamata baru, maka disarankan untuk menindaklanjuti masalah tersebut dengan dokter terutama masalah seperti pusing.

Selain itu, Brieann Adair, O.D., dokter mata dan instruktur klinis di Departemen Oftalmologi, NYU Langone Health mengatakan bahwa bingkai kacamata yang tidak sesuai dengan wajah dapat memberikan tekanan pada hidung atau ruang di belakang telinga yang dapat menyebabkan sakit kepala.

Pemeriksaan mata yang tidak tepat dapat menyebabkan pengguna mendapat resep yang salah dari dokter. Pada gilirannya menyebabkan sakit kepala akibat ketegangan pada otot mata. Ini memungkinkan masalah lain juga akan muncul seperti mata lelah, mata terbakar atau gatal, penglihatan kabur, dan kesulitan dalam berkonsentrasi.

Selain itu, kesalahan dokter mengukur jarak pupil atau dikenal pula sebagai jarak interpupillary (jumlah ruang antara pupil) juga dapat menyebabkan ketegangan mata. Jarak pupil yang tepat menjadi hal penting untuk mendapatkan kacamata yang cocok.

3 of 4

Cara Menghindari Sakit Kepala

Jenis Lensa Kacamata
Jenis Lensa Kacamata (Sumber: Pixabay)

Hal yang dapat dilakukan ketika kepala menjadi pusing karena kacamata baru adalah tidak memakainya sepanjang waktu. Ini dapat membuat mata beristirahat sejenak dari ketegangan otot-otot pada mata. Selain itu, mata juga punya waktu beradaptasi dengan kacamata baru.

“Saya sarankan memakai kacamata selama tiga sampai empat jam dan kemudian beristirahat, tidak menggunakan kacamata selama beberapa hari,” kata Brieann Adair.

Jika sakit kepala yang dirasakan benar-benar menganggu, lakukan konsultasi dengan dokter walaupun baru beberapa hari setelah mengenakan kacamata baru. Ketahui apa yang menjadi penyebab ketidaknyamanan atau ketidakcocokan.

Penulis: Winda Nelfira

4 of 4

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓