Dian Sastro: Orangtua Tidak Usah Malu Punya Anak Autis

Oleh Liputan6.com pada 22 Nov 2019, 08:00 WIB
Diperbarui 24 Nov 2019, 05:13 WIB
Di Hari Anak Sedunia, Dian Sastro berbicara mengenai keterbukaan memiliki anak autisme. (Foto: Winda Nelfira/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta Orangtua yang mempunyai anak autis atau dalam istilah medis disebut penyintas autism spectrum disorder (ASD) tidak perlu merasa malu dan tidak percaya diri dengan kondisi yang ada. Fakta jika anak rupanya berkebutuhan khusus seharusnya tidak membuat orangtua merasa terbebani.

Lebih baik, orangtua terbuka dengan kondisi anak. Sehingga bakal lebih mudah dalam mendapatkan pertolongan paling tepat untuk anak seperti disampaikan pemain film yang juga ibu Dian Sastrowardoyo.  

“Kenapa saya terbuka? Karena saya tahu ketika saya terbuka itu adalah salah satu awal untuk bisa mendapatkan pertolongan yang paling tepat untuk anak kita. Kalau anak kita berkebutuhan khusus, yang terpenting itu adalah menerima dulu fakta tersebut, jadi setop untuk denial,” tutur Dian Satrowardoyo, di teamLab Future Park , Gandaria City, Jakarta Selatan.

Menjadi lebih terbuka dengan lingkungan sekitar terhadap kondisi anak sangat penting diterapkan oleh orangtua dengan anak berkebutuhan khusus. Jangan merasa tidak percaya diri dengan keadaan anak.

Sifat terbuka akan membuat orangtua banyak mendapatkan informasi dan pengetahuan baru sehingga anak dengan autisme dapat ditolong dan ditangani dengan tepat.

“Pada saat kita menerima, kita biasanya jauh lebih terbuka untuk menerima informasi baru yang masuk ke kita. Kita jadi lebih bisa belajar banyak kalau kita lebih terbuka dan menerima. Semenjak saya lebih menerima dan lebih terbuka banyak juga yang mention ke saya berbagi hal yang sama,” tambah Dian.

2 of 3

Lebih Terbuka Bermanfaat Bagi ABK

[Bintang] Dian Sastro
Dian Sastro mengantarkan anaknya sekolah pada hari pertama masuk sekolah (Instagram/@therealdisastr)

 

Walaupun masih kerap dipandang sebelah mata, anak dengan gejala autis seringkali dianggap sebagai momok di masyarakat. Pentingnya menjadi terbuka akan membuat orangtua tidak merasa asing dengan anak yang berkebutuhan khusus. Nyatanya, anak berkebutuhan khusus selalu ada disekitar kita.

“Orang-orang yang punya kesulitan seperti ini tidak sendirian kok sebenarnya banyak, tidak usah malu. Intinya kita harus ya ini tidak apa-apa, bukan sesuatu yang perlu disedihin atau menjadi bahan malu. Ini hampir terjadi kalau saya bisa bilang 1 dari 3 keluarga dewasa, “ kata pekerja seni yang merupakan ibu dari anak dengan autisme.

Memberikan pertolongan yang tepat pada anak berkebutuhan khusus dapat membuat anak berperan penting dalam kehidupan bermasyarakat. Sehingga anak dapat berfungsi sebagai manusia yang swadaya, menjadi mandiri, dan menjadi manusia yang dapat diandalkan untuk memberikan kontribusi nyata dalam lingkungan bermasyarakat.

 

 Penulis: Winda Nelfira

3 of 3

Saksikan juga video menarik berikut:

Lanjutkan Membaca ↓