Sebentar Lagi Timang Buah Hati, Apa yang Harus Dipersiapkan Calon Ayah?

Oleh Dyah Puspita Wisnuwardani pada 12 Nov 2019, 22:00 WIB
Diperbarui 12 Nov 2019, 22:00 WIB
Bayi Meninggal
Perbesar
Ilustrasi Foto Bayi (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta Tak ada sekolah bagi calon ayah atau pun calon ibu. Namun, menjadi orangtua tetap memerlukan ilmu. Hidup tentu lebih mudah ketika kita memiliki panduan.

Mengasuh dan membesarkan anak adalah tugas bersama ibu dan ayah. Ada hal-hal yang perlu ayah cermati dan pahami sebelum sang buah hati hadir di dunia. Apa saja, ya?

Psikolog Oktina Burlianti memaparkan apa saja yang perlu dipersiapkan para calon ayah. Pertama, menurut psikolog yang akrab disapa Ulie ini, calon ayah harus memiliki visi yang jelas mengenai anak.

"Kenapa mau punya anak, dia harus tahu dulu. Jangan cuma berpikir itu adalah buah cinta dengan istri. Yang terpenting, ini anak mau dijadikan apa? Tumbuh menjadi pribadi yang sukses. Sukses dalam hal apa saja?" kata Ulie.

Ketika calon ayah ingin anaknya kelak memiliki karakter dan mental tertentu, maka ia pun harus mempersiapkan diri menjadi panutan bagi sang anak. Bersikap dan berperilaku yang dapat dicontoh oleh anak.

"Kalau dia pengin punya anak dengan karakter tertentu ya dia harus jadi role model terlebih dulu. Dia sendiri harus bisa menjadi contoh untuk anak itu."

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Peran baru sebagai ayah

Selain itu, pria yang tengah menghitung hari jelang kelahiran buah hati juga perlu mempersiapkan diri menerima peran baru sebagai ayah. Kehidupan ayah dan ibu akan berubah drastis ketika si Kecil lahir.

"Begitu punya bayi kehidupan kita akan berubah. Waktu tidur berubah. Mungkin lebih ke penyesuaian dia dengan peran baru sebagai ayah. Dengan kehadiran bayi, tanggung jawab dia menjadi berlipat-lipat," jelas Ulie.

Peran baru sebagai ayah itulah yang perlu benar-benar dipersiapkan dan disadari oleh pria. Saat seperti itu, antara suami dan istri perlu saling berbagi peran dan menguatkan.

Salah satu yang perlu dipahami pria, tak hanya anak sebagai anggota keluarga baru yang perlu mendapat perhatian, melainkan juga sang istri. Salah satu peran ayah adalah mendukung ibu. Pria atau suami perlu mengetahui hal-hal yang bisa membuat istri merasa nyaman dan dicintai.

"Istri akan kuat kalau suami memberi support mental psikologis. Ayah akan benar-benar berperan dalam pola pengasuhan ketika anak sudah berusia di atas 2 tahun," jelas Ulie.

 

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya