Ayah Mesti Jaga Kesehatan, Ini Tips agar Tetap Berolahraga

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 12 Nov 2019, 13:00 WIB
Diperbarui 12 Nov 2019, 13:16 WIB
Orangtua, Berhenti Stres Terhadap 3 Hal Ini!

Liputan6.com, Jakarta Menjadi ayah tentu bukan hal mudah. Salah satu yang sulit dilakukan adalah tetap sehat meski harus menjalani berbagai kesibukan.

Tentu bukan hanya ayah yang mengalami sulitnya membagi waktu antara pekerjaan, keluarga, dan menjaga kesehatan. Ibu pun jelas kesulitan dalam hal ini.

Walaupun begitu, ada cara bagi orangtua untuk tetap bisa berolahraga meski kesibukan melanda. Bahkan, cara ini juga bisa mengajak semua anggota keluarga untuk tetap sehat.

1. Aktiflah Sepanjang Hari

Betsy Keller, profesor ilmu olahraga di Ithaca College, Amerika Serikat, mengatakan, apabila tak sempat berolahraga, Anda tetap bisa aktif di sela kegiatan. Misalnya, pilihlah menemui tetangga dengan berjalan daripada menelepon atau meletakkan kendaraan agak jauh dari rumah.

"Ada banyak cara orangtua bisa memasukkan aktivitas fisik ke dalam keseharian mereka atau yang terpenting, aktivitas keluarga," kata Keller seperti dilansir dari Webmd pada Selasa (12/11/2019).

2 of 5

Buat Prioritas dalam Aktivitas Sehari-hari

Ayah dan Anak
Menjadi orangtua seperti ayah bukan berarti tidak bisa tetap sehat (istockphoto.com)

2. Tidak Perlu Habiskan Waktu

Memiliki anak jelas menyita waktu bagi orangtua. Namun menurut Brad Schoenfeld, seorang pelatih kebugaran di New York, Amerika Serikat, orang tak perlu menghabiskan banyak waktu untuk tetap bugar.

"Orang-orang cenderung berpikir bahwa mereka perlu menghabiskan waktu berjam-jam di gym. Ini kualitas bukan kuantitas. Dengan latihan berat 15 sampai 20 menit saja, Anda bisa mendapatkan manfaat luar biasa," kata Schoenfeld.

"Anda tidak perlu berolahraga selama 20 hingga 45 menit sehari dalam satu latihan berkelanjutan," kata Ethan E. Hull, peneliti dari University of Pittsburgh, AS. Anda cukup melakukan olahraga 10 sampai 15 menit beberapa kali sepanjang hari.

3. Tentukan Prioritas

Pelatih kebugaran dari New Jersey, AS Jon Chipko mengatakan bahwa ada banyak atlet dan selebritis yang sibuk namun tetap berolahraga meski mereka memiliki anak. Menurutnya, itu adalah soal menentukan prioritas.

4. Mengembangkan Dukungan Sosial

Keller mengatakan, apabila orangtua terpaksa meninggalkan buah hati untuk berolahraga, mereka bisa meminta bantuan dari orang lain seperti teman, kakek nenek, serta orang lain yang bisa dipercaya.

3 of 5

Ajak Anak Tetap Aktif

Ingin memberikan hadiah kepada pria yang baru saja memiliki anak alias ayah baru? Ini hadiah yang paling tepat.
Menjadi orangtua seperti ayah bukan berarti tidak bisa tetap sehat (istockphoto.com)

5. Membangun Kesehatan Keluarga

Kenalkan anak dengan nilai-nilai kebugaran dan kesehatan. Caranya tentu dengan berolahraga bersama mereka. Anda pun bisa melakukan hal-hal sederhana di momen tersebut.

"Ini semua adalah hal yang tidak membutuhkan peralatan atau ruangan apa pun dan tidak membutuhkan banyak waktu," kata Schoenfeld.

Anda bisa berjalan-jalan di taman, naik sepeda, atau berenang bersama keluarga. Selain itu, aktivitas tersebut juga bisa memberikan waktu orangtua untuk bicara lebih banyak dengan anak-anak.

6. Tetapkan Target

Schoenfeld menyarankan Anda untuk menetapkan tujuan Anda berolahraga. Salah satu contohnya adalah untuk menurunkan berat badan. Selain itu, tetapkan tujuan yang realistis dan tidak terlalu muluk-muluk.

 

 

4 of 5

Menjadi Panutan untuk Hidup Sehat

Lima Cara Seru Olahraga Bersama Keluarga (Torwaistudio/Shutterstock)
Menjadi orangtua seperti ayah bukan berarti tidak bisa tetap sehat (Torwaistudio/Shutterstock)

7. Tetap Berusaha

Jika tujuan sudah ditetapkan, berusahalah untuk mencapainya. Hal itu tidak bisa dicapai dalam semalam.

"Semua orang menginginkan perubahan yang cepat," kata Chipko.

Semua tergantung dari orang itu sendiri. Namun, apabila tujuan dicapai dengan usaha sendiri, itu akan menjadi sebuah penghargaan yang lebih baik.

8. Jadilah Model Bagi Keluarga

Anak-anak memandang orangtuanya sebagai model dalam keluarga. Karena itu, apa yang dilakukan seseorang jelas memberikan efek pada buah hatinya.

Keller mengatakan, jika Anda malas-malasan, sifat semacam inilah yang akan menurun pada anak. Sementara jika anak tumbuh dalam keluarga yang aktif, mereka juga akan meniru kebiasaan-kebiasaan tersebut.

"Saat mencoba mengajarkan anak disiplin, Anda sebagai orangtua juga harus memilikinya," kata Chipko.

5 of 5

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓