Biasa Menginfeksi Sapi, Cacing Parasit Berkembang di Mata Wanita Ini

Oleh Liputan6.com pada 06 Nov 2019, 07:00 WIB
Pijat mata

Liputan6.com, Jakarta Seorang wanita 68 tahun asal Amerika Serikat terkena infeksi langka akibat cacing parasit di matanya. Sebelumnya, ia menghabiskan musim dingin pada di lembah Carmel Valley yang terkenal dengan perkebunan anggur dan jalur pendakian.

Menurut laporan dalam jurnal Clinical Infectious Diseases, wanita tersebut adalah orang kedua yang diketahui mengidap infeksi akibat cacing yang biasanya menginfeksi sapi seperti dilansir Live Science.

Pada Maret 2018 lalu, ia merasakan iritasi pada mata kanan dan menyiramnya dengan air keran. Saat itulah cacing berukuran 1,3 sentimeter menggeliat di matanya. Ketika melihat lebih dekat, ia menemukan cacing lainnya.

Keesokan harinya, wanita tersebut pergi ke dokter dan menemukan cacing ketiga dari matanya. Dokter memintanya untuk menyiram matanya dengan air suling yakni air yang memiliki tingkat kemurnian tinggi. Tujuannya untuk menghilangkan cacing dan mencegah infeksi bakteri.

 

2 of 3

Terinfeksi cacing mata

Sampel cacing yang diawetkan dari mata wanita tersebut dikirim ke Centers for Disease Control and Prevention (CDC), AS. Di mana peneliti menemukan bahwa wanita itu terinfeksi spesies cacing mata bernama Thelazia gulosa (T. gulosa).

Cacing tersebut biasanya menginfeksi ternak dan dibawa oleh lalat jenis tertentu yang mengandung cairan mata.

"Berdasarkan pengakuan, wanita tersebut melewati lintasan lari yang kotor dengan kerumunan lalat. Bahkan, ia sempat mengeluarkan lalat dari mulutnya. Dan mungkin itu awal mula terjadinya infeksi," ucap peneliti dalam laporan tersebut.

Setelah pergi ke dokter, ia masih merasakan ada sesuatu di matanya. Meskipun beberapa dokter tidak bisa menemukan cacing itu, baru setelah dokter kesekian bisa menemukan cacing itu di matanya. 

3 of 3

Pengobatan selama dua minggu

Dalam kasus cacing seperti ini, dokter biasanya akan menggunakan obat antiparasit yang disebut ivermectin. Namun, dalam kasus wanita tersebut, dokter menunda penggunaan ivermectin.

Sebaliknya, wanita tersebut terus menerus mengairi matanya selama dua minggu. Setelah itu, iritasi pada matanya hilang dan tidak ada lagi cacing yang ditemukan.

Spesies cacing mata ini diketahui menginfeksi sapi di Amerika Utara sejak tahun 1940-an. Tetapi belum ditemukan alasan jelas mengapa kasus ini ditemukan pada manusia.

"Pada cacing tertentu, ada telur yang berkembang. Hal itu menunjukkan bahwa manusia adalah inang yang cocok untuk reproduksi T. gulosa," ucap peneliti.

 

Penulis: Diviya Agatha

Lanjutkan Membaca ↓