Lidah Tersangkut di Botol, Harus Bagaimana?

Oleh Liputan6.com pada 05 Nov 2019, 09:00 WIB
Ilustrasi botol kaca (iStock)

Liputan6.com, Jakarta Lidah seorang anak laki-laki tujuh tahun asal Jerman tersangkut di botol sampai-sampai tidak bisa dilepaskan. Dokter akhirnya memutuskan untuk menggunakan metode positive-pressure dengan memberikan suntikan udara ke dalam botol tersebut.

Menurut laporan yang diterbitkan dalam European Journal of Anaesthesiology, solusi sederhana dengan metode tersebut dapat bekerja untuk melepaskan lidah dari botol tanpa perlu memotong botol atau memberikan anestesi.

"Metode ini terbukti menjadi teknik yang sederhana, efektif, dan aman untuk melepaskan lidah yang tersangkut dalam botol," ucap seorang dokter di Auf de Bult Children's Hospital, Jerman, Christoph Eich seperti dilansir Live Science, Selasa (5/11/2019).

Kondisi tidak menyenangkan ini bermula ketika ia berusaha untuk menghabiskan tetesan demi tetesan jus yang sedang ia minum di botol. Saat sedang asyik mengisap tiba-tiba, lidak anak tersebut tersangkut dan tidak bisa dikeluarkan. Usaha sang ibu berusaha menarik dan memilin-milin botol tidak berhasil, ia pun segera dilarikan ke UGD.

 

2 of 4

Suntikan Udara pada Botol

Dokter memberikan obat penenang dengan dosis ringan dan memasukkan sebuah tabung tipis yang disebut dengan kanula tetapi tidak juga berhasil. Eich akhirnya menyuntikkan udara ke dalam botol dan menghubungkan ke kanula.

Setelah melakukan beberapa pompa udara, lidah anak tersebut akhirnya berhasil dikeluarkan dari botol. Lidahnya membengkak dan mengalami perubahan warna karena terjadi kerusakan pada kapiler lidah.

"Kasus lidah tersangkut dalam botol memang jarang terjadi, tetapi itu ada dan biasanya terjadi di kalangan anak-anak. Biasanya dokter menggunakan anestesi untuk melepaskan botol yang tersangkut," ucap Eich.

 

3 of 4

Terinspirasi dari botol anggur

Eich terinspirasi dari ingatannya mengenai cara membuka tutup botol anggur.  "Metode ini pernah digunakan sebelumnya oleh seorang dokter. Tetapi itu sudah 30 tahun yang lalu dan sebagian orang jelas sudah melupakannya," ucap Eich yang merupakan dokter anestesi itu. 

Setelah berhasil mengeluarkan lidah sang anak, Eich memberikan obat untuk mengurangi pembengkakan yang terjadi. Anak tersebut diiizinkan untuk pulang dari rumah sakit setelah dirawat selama 24 jam.

Tiga hari sesudahnya, bagian depan lidah anak tersebut berubah warna. Lidahnya pun baru sembuh sepenuhnya setelah dua minggu.

 

 

Penulis: Diviya Agatha

4 of 4

Saksikan juga video menarik berikut

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait