9 Tips Mengakhiri Hubungan Tanpa Menyakitinya Terlalu Dalam (1)

Oleh Liputan6.com pada 04 Nov 2019, 21:00 WIB
Ilustrasi putus cinta (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta Ada beragam alasan mengakhiri hubungan percintaan dengan pacar. Mulai dari ketidakcocokan, keluarga tidak setuju, hingga hubungan yang tidak berkembang ke arah lebih baik. Namun, satu yang pasti, tidak mudah menjadi orang yang menyampaikan pertama kali untuk memutuskan hubungan.

“Sebaiknya putus jika konflik yang sama terus berulang dan pasangan tidak mau mendukung Anda. Ingat, bahwa hubungan yang baik dan sehat membutuhkan dua pihak yang mau memenuhi kebutuhan dan keinginan satu sama lain,” kata psikoterapis dan pakar hubungan Fran Walfish kepada Bustle.

Ahli hubungan Audrey Hope mengatakan bahwa mengakhiri hubungan percintaan tidak harus separah yang Anda pikirkan, ada cara yang baik. Dengan sedikit perencanaan serta empati, berikut beberapa tips dari pakar agar tidak terlalu sakit saat memutuskan hubungan.

1. Memutuskan dengan cara yang bijak

Khususnya bila hubungan Anda sudah bertahun-tahun, penting untuk mengakhirinya dengan saling menghargai dan menghormati. 

“Tolong jangan memutuskan hubungan hanya dengan mengurim pesan. Selain terkesan dingin dan tidak peduli, pesan lewat teks tidak memberikan orang itu kesempatan untuk mengakhiri dengan baik, untuk bertanya, mendengar intonasi suara atau melihat ekspresi muka Anda,” kata konselor hubungan dan seksolog klinis, Martha Tara Lee.

 Jika Anda peduli terhadap orang tersebut, akhiri dengan cara terbaik. Lakukan dengan jujur, secara langsung dan jangan biarkan ada pertanyaan yang menggantung.

 

2 of 3

2. Alasan yang Jujur

Putus cinta
Ilustrasi/copyright shutterstock

Tetap bersikap jujur dan terbuka adalah cara yang baik saat mengakhiri hubungan. Bersikap terus terang bisa mencegah perasaan sakit dan kebingungan darinya. 

“Katakan pada dia apa yang telah Anda rasakan, beri tahu prioritas dan apa yang diinginkan dalam hubungan. Ini bisa membuat Anda dan orang itu untuk memahami kenapa hubungan perlu berakhir,” kata Lee.

Jika dia menyalahkan Anda, jangan mengeluarkan daftar saat-saat pasangan melakukan hal-hal mengecewakan. Menurut Lee, pasangan Anda hanya akan bersikap defensif, marah, dan tidak mau mendengarkan.

3. Putuskan baik-baik

“Cara yang paling baik untuk memutuskan adalah dengan baik-baik dan penuh kejelasan. Berikan ruang bagi mantan Anda untuk berpikir ‘apakah hubungannya benar-benar sudah berakhir’,” kata penulis dan ahli hubungan, Susan Winter.

Putus-nyambung dan hubungan tanpa status itu sangat umum. Membuat peraturan untuk terus menjalani hidup dari awal bisa membuat perubahan yang besar.

 

3 of 3

4. Jangan Lakukan di Tempat Umum

Putus cinta
Ilustrasi/copyright shutterstock.com

Banyak orang berpikir bahwa tempat umum seperti kafe adalah tempat putus yang baik. Padahal sebenarnya tidak demikian. 

Tidak adil untuk menempatkan mereka di tempat umum, di mana banyak orang bisa menyaksikan kemarahan atau kesedihannya. Tempat juga bisa berpengaruh terhadap alur pembicaraan dan bahkan menghalangi emosi yang sebenarnya pantas dikeluarkan.

“Buat rencana dengan pasangan untuk membahasnya di tempat yang privat, di mana kalian bisa mengekspresikan emosi dengan bebas,” kata Lee.

5. Beri tahu hal-hal baik dari hubungan itu

Ingatlah bahwa saat memutuskan hubungan, Anda juga bisa mengungkit hal-hal yang baik. 

“Bicarakan dengan mengingat kehangatan dan kasih sayang yang dulu ada dan diterima, sembari bersikap jelas bahwa hubungan Anda sudah berakhir,” kata Winter.

 

Penulis: Selma Vandika

Lanjutkan Membaca ↓