Manfaat Hebat Akuarium, Terbukti Bisa Redakan Stres

Oleh Liputan6.com pada 05 Nov 2019, 06:00 WIB
Ilustrasi akuarium (iStock)

Liputan6.com, Jakarta Saat Anda mendatangi sebuah rumah atau ruangan dengan akuarium berisikan ikan-ikan berenang ada perasaan tenang, ternyata bukan perasaan semata. 

Sebuah studi berjudul Environment and Behaviour menunjukkan bahwa melihat akuarium berisi ikan yang berenang bisa menurunkan tekanan darah dan detak jantung. Hal ini diketahui dari penelitian yang dilakukan ahli dari National Marine Aquarium, Plymouth University dan University of Exeter, Inggris yang menilai kondisi fisik dan respons mental seseorang ketika melihat akuarium.

Saat melihat akuarium yang hanya berisikan bebatuan dan rumput laut itu sudah bisa mengurangi detak jantung sebanyak 3 persen. Namun, saat ada ikan, detak jantung bisa menuruu hingga 7 persen dan tekanan darah sebanyak 4 persen seperti dikutip The Telegraph. 

Jumlah ikan yang lebih banyak membuat orang semakin lama fokus memandang dan meningkatkan suasana hati mereka. Jadi, tak heran bila di tempat praktik dokter atau rumah sakit, Anda mungkin menemukan akuarium berisi ikan.

“Akuarium sering dikaitkan dengan upaya menenangkan pasien di ruang operasi dan ruang tunggu dokter gigi. Studi ini telah membuktikan bahwa paparan ke ruang bawah air memiliki dampak positif untuk manusia,” kata mahasiswa PhD dan peneliti utama di National Marine Aquarium, Deborah Cracknell.

 

Pedagang Ikan Hias Direlokasi ke Lapangan Jenderal Urip Sumihardjo
Pedagang merapikan tempat ikan di Bursa Pasar Ikan dan Hewan Jatinegara, Jakarta, Jumat (21/6/2019). Sejak Senin (17/6) pedagang ikan hias di Pasar Hewan Jatinegara mulai direlokasi ke Lapangan Jenderal Urip Sumihardjo guna mengembalikan fungsi trotoar. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Hasil studi tersebut diharapkan bisa mendorong perusahaan untuk menaruh akuarium di kantor guna menolong pekerja mengelola stres.

“Di kala tekanan kerja meningkat dan kehidupan kota semakin padat. Kehadiran akuarium bisa menjadi sumber ketenangan dan relaksasi,” kata profesor psikologi Plymouth University, Sabine Pahl.

Psikolog lingkungan University of Exeter, Dr Mathew White, menambahkan, “Cara ini juga jadi kesempatan yang menarik bagi orang-orang yang tidak memiliki akses terhadap lingkungan alam terbuka.”

 

Penulis : Selma Vandika

2 of 2

Saksikan juga video menarik berikut:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait