Operasi Pemisahan Kembar Siam Butuh Tenaga Medis yang Banyak

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 04 Nov 2019, 16:00 WIB
Diperbarui 04 Nov 2019, 16:00 WIB
20160316-Ilustrasi-Bayi-Kembar-iStockphoto
Perbesar
Operasi pemisahan bayi kembar siam tak mudah. (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta Bukan hal mudah melakukan operasi pemisahan kembar siam, kasus ini termasuk kompleks. Butuh belasan bahkan puluhan tenaga medis yang cukup, baik saat operasi maupun pra dan pasca perawatan pasien.

Direktur Utama RS Anak dan Bunda Harapan Kita Jakarta, Didi Danukusumo menyampaikan, operasi pemisahan kembar siam memerlukan perencanaan yang matang dengan melibatkan tenaga medis dari berbagai disiplin ilmu.

"Karena kompleksnya kasus, pelibatan tenaga medis (dokter, perawat, tenaga kesehatan lain) dari berbagai disiplin ilmu perlu ikut menangani. Pembentukan tim dan koordinasi juga penting," kata Didi sesuai keterangan tertulis yang diterima Health Liputan6.com, Senin (4/11/2019).

Didi mengatakan, kasus kembar siam Ardi dan Ardan yang termasuk kembar dempet perut dan sebagian dada akan dioperasi pada Sabtu, 16 November 2019. Operasi Ardi dan Ardan membutuhkan bantuan 30 dokter dan perkiraan waktu 16 jam.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

Simak Video Menarik Berikut Ini:


Tangani Kasus Kembar Siam

20151005-Ilustrasi Ibu Menyusui Bayi Kembar
Perbesar
Penanganan kembar siam sangat kompleks. (iStock)

Penanganan operasi pemisahan kembar siam Ardi-Ardan akan dilakukan di RS Anak dan Harapan Kita Jakarta. Didi menyebut, ada beberapa kasus kembar siam yang  sudah ditangani rumah sakit tersebut sejak tahun 1981.

1. Tahun 1981: kembar siam Omphalopagus (dempet perut)

2. Tahun 2016: kembar siam Thoraco omphalopagus (dempet perut dan sebagaian tulang dada)

3. Tahun 2017: kembar siam Craniopagus (dempet kepala)

"Seluruh kasus berhasil ditangani tim dokter. Alhamdulillah, (operasi) berjalan lancar dan bayi sehat-sehat (sampai sekarang)," ucap Didi.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya