Rajin Jalan Kaki Seperti Ma'ruf Amin, Ini Manfaatnya Bagi Lansia

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 29 Okt 2019, 06:00 WIB
Diperbarui 29 Okt 2019, 06:00 WIB
Wapres Ma'ruf Amin olahraga di GBK, Jakarta, Jumat (25/10/2019).
Perbesar
Wapres Ma'ruf Amin olahraga di GBK, Jakarta, Jumat (25/10/2019). (foto: dokumentasi setwapres)

Liputan6.com, Jakarta Sudah berusia tak muda lagi dan disibukkan dengan kegiatan sebagai wakil presiden, KH. Ma'ruf Amin ternyata tetap aktif berolahraga. Salah satunya adalah rajin jalan kaki.

Dalam sebuah video yang diunggah oleh saluran Youtube Wakil Presiden Republik Indonesia, KH. Ma'ruf Amin melakukan jalan kaki di Gelora Bung Karno Senayan Jakarta pada Jumat pekan lalu. Dalam unggahan itu, ia juga ditemani oleh sang istri, Hj. Wury Ma'ruf Amin.

"Ia melakukan setidaknya lima kali dalam seminggu berjalan kaki empat kilometer setiap olahraga," tulis deskripsi yang diberikan dalam video tersebut, dikutip Selasa (28/10/2019).

Sekretariat Wakil Presiden RI mengungkapkan bahwa hal tersebut dilakukan Ma'ruf Amin usai salat subuh. Kemudian, ia dan sang istri datang ke Senayan pukul 05.15 WIB dan berjalan mengitari stadion sekitar lima putaran. Di video itu, terlihat juga bahwa dirinya menggenggam tasbih selama berjalan.

"Sehabis jalan kaki, kegiatan dilanjutkan dengan treadmill dan bersepeda," tulis Setwapres.

Sesudah berolahraga, ia kembali ke kediaman untuk bersih-bersih dan sarapan.

2 dari 3 halaman

Manfaat Tetap Aktif Bagi Lansia

ma'ruf amin
Perbesar
Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin mengawali hari dengan berolahraga di sekitaran kompleks tempat tinggalnya di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (20/10/2019) pagi. (Merdeka.com/Muhammad Genantan Saputra)

Kebiasaan berjalan kaki meski telah lanjut usia sendiri sesungguhnya bisa membuat seseorang tetap sehat dan aktif. Selain itu, mereka yang aktif juga bisa hidup lebih mandiri.

Sebuah studi yang dipublikasikan di Journal of American Medical Association di 2014, melakukan penelitian pada 1.600 pria dan wanita berusia 70 sampai 89 tahun yang tidak berolahraga secara teratur. Hingga secara acak, setengah dari mereka diminta untuk melakukan program latihan termasuk berjalan kaki setiap hari dan latihan kekuatan serta keseimbangan.

Setelah 2,5 tahun, sukarelawan dalam kelompok yang rajin berolahraga 28 persen lebih terhindar dari ketidakmampuan berjalan tanpa bantuan. Selain itu, mereka juga 18 persen lebih terhindari dari risiko masalah cacat fisik.

Menurut dokter penyakit dalam Howard LeWine dari Harvard Health Publishing, berjalan tanpa bantuan bagi lansia, merupakan hal yang paling menentukan apakah dia bisa hidup mandiri.

"Orang tua yang secara fisik lebih aktif dan berolahraga secara teratur, lebih cenderung melakukan kegiatan sehari-hari lainnya sendiri, dibandingkan dengan orang tua yang menetap," tulis LeWine seperti dikutip dari Harvard Health Publishing.

LeWine menambahkan, lansia yang ingin memulai olahraga sendiri bisa melakukan aktivitas ringan selama 10 menit. Cobalah untuk mencapai sebuah target tertentu, misalnya mampu berjalan 150 menit dalam seminggu atau melakukan olahraga intensitas sedang atau melakukan peregangan dan kegiatan lain yang melatih fleksibilitas serta keseimbangan setiap hari.

3 dari 3 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓