Ibu Hamil Stres, Ini 5 Dampaknya pada Janin

Oleh Liputan6.com pada 22 Okt 2019, 15:00 WIB
Diperbarui 22 Okt 2019, 15:15 WIB
Ibu hamil lemas dan pusing saat puasa (iStock)

Liputan6.com, Jakarta Ibu hamil disarankan untuk mampu mengatur stres yang dialami. Segala bentuk stres yang dialami oleh ibu hamil, ternyata memiliki dampak signifikan pada janin.

Banyak faktor yang memicu kondisi stres saat kehamilan. Jadi, sangat penting bagi ibu hamil untuk mencari tahu penyebab stres dan mengatasinya sesegera mungkin. Jangan biarkan stres berlarut-larut atau semakin parah karena  bisa berdampak pada janin. Yakni:

1. Peningkatan detak jantung janin

Seperti dilansir dari Boldsky, saat seseorang sedang stres maka tubuh secara otomatis akan melepaskan sejumlah hormon stres. Hormon tersebut merupakan hormon yang sama ketika sedang dalam kondisi bahaya.Efek dari adanya pelepasan hormon tersebut adalah peningkatan detak jantung secara tiba-tiba.

Hal tersebut akan sangat berbahaya bagi para ibu hamil. Perubahan mendadak pada salah satu organ tubuh vital ibu diketahui akan membahayakan janin.Tidak hanya itu saja, perubahan emosi ibu juga bisa dirasakan si Kecil. Aliran nutrisi juga bisa terganggu saat ibu sedang stres. Demi keselamatan dan kesehatan janin, cobalah untuk mengelola stres dengan baik.

2. Respons peradangan

Jika ibu memiliki level stres yang melebihi batas normal maka sistem manajemen stres tidak berfungsi sebagaimaan mestinya. Dampak yang akan ditimbulkan bukan hanya dapat dirasakan oleh ibu.Hal tersebut juga berdampak pada janin.

Dalam sejumlah kasus terlihat bahwa janin akan bereaksi secara berlebihan dengan mengirimkan respons peradangan. Respons inilah yang nantinya akan berdampak langsung pada kesehatan janin secara keseluruhan. Bahkan efek samping tersebut bisa dirasakan hingga proses persalinan. 

2 of 2

3. Berat badan lahir rendah

Ditemukan Zat Alami yang Lindungi Bayi dari Kelahiran Prematur
Berat badan bayi lahir

Dengan level stres yang tinggi pada ibu, bisa jadi janin tidak mampu menyerap nutrisi dengan baik. Efeknya, berat badan janin bisa menurun dan tidak dalam batas normal.

Berat badan rendah pada janin dapat menimbulkan sejumlah komplikasi. Seperti kelahiran prematur, berat badan lahir rendah dan perkembangan organ yang tidak optimal.

4. Gangguan perkembangan otak janin

Sejumlah dokter telah mengungkap efek samping stres pada janin yaitu adanya gangguan dalam perkembangan otak. Efek yang ditimbulkan ini memiliki implikasi jangka panjang pada si kecil nantinya.

Pada umumnya, orang tua baru menyadari adanya perubahan ketika si kecil kurang mampu untuk berkonsentrasi serta adanya perubahan tempramen secara mendadak. Jika tidak segera ditangani, efek samping tersebut bisa hingga meningkatkan risiko hipertensi pada si kecil.

5. Risiko Keguguran

Efek samping stres pada bayi selanjutnya yaitu adanya peningkatan risiko keguguran. Stres dalam bentuk apapun akan menyebabkan kerusakan kimia di dalam rahim.Kondisi ini diakibatkan oleh adanya pelepasan hormon kortikotropin (CRH) di dalam tubuh ibu.

Hormon inilah yang akan memicu terjadinya kontraksi uterus jika kadarnya cukup tinggi.Kontraksi uterus yang tinggi ditambah dengan kondisi ibu yang lemah bisa meningkat risiko keguguran.

 

Penulis: Tantiya Nimas Nuraini / Dream.co.id

diabetes gestasional
Diabetes gestasional pada ibu hamil./Copyright shutterstock.com
Lanjutkan Membaca ↓