Penyakit Akibat Konsumsi Garam Berlebihan Juga Didapat Perokok Berat

Oleh Liputan6.comIlyas Istianur Praditya pada 17 Okt 2019, 07:00 WIB
Berhenti Merokok

Liputan6.com, Jakarta - Studi dari US National Library of Medicine menemukan sebuah fakta bahwa indera pengecap mengalami penurunan fungsi akibat paparan asap rokok yang terlalu tinggi.

Hal ini mengakibatkan para perokok berat jadi mengonsumsi garam terlalu banyak, sehingga berisiko mengidap sejumlah penyakit dari kebiasaan tersebut.

Dokter spesialis penyakit dalam dan profesor di di University of Calgary, Kanada, Norm Campbell menjelaskan bahwa salah satu risiko dari ketergantungan nikotin, membuat lidah perokok semakin tidak peka terhadap rasa. Sulit bagi mereka untuk memastikan makanan yang akan disantap cukup asin atau manis.

Saat ini, Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menargetkan beberapa negara untuk mengurangi asupan natrium sebesar 30 persen pada 2025. Pemerintah dan industri makanan pun diminta untuk bekerja sama guna mengurangi kebiasaan mengonsumsi makanan asin, termasuk makanan yang diproses. 

Sebab, konsumsi garam berlebihan telah mengakibatkan tiga juga kematian secara global pada 2017. Oleh sebab itu, perlu tindakan nyata untuk meningkatkan kesadaran konsumen terhadap bahaya ini. 

“Banyak orang tidak sadar bahwa takaran garam yang mereka konsumsi dapat meningkatkan tekanan darah dan memperpendek usia hidup. Mencantumkan label imbauan di kemasan garam adalah cara lain untuk mempermudah dalam membuat pilihan sehat,” kata rekan Norm, Dr Tom Frieden.

 

2 of 2

Tidak Mudah Bagi Perokok

Bungkus Rokok atau Kemasan Rokok
Ilustrasi Foto Kemasan Rokok (iStockphoto)

Namun, langkah pencegahan ini tidak mudah untuk mereka yang seorang perokok berat. Mau tidak mau, kata Tom, para perokok harus menghentikan kebiasaan buruk ini terlebih dahulu. 

Perlu diketahui bahwa natrium, salah satu komponen utama di dalam garam, dapat meningkatkan tekanan. Kenaikan ini bisa berujung pada penyakit jantung dan stroke. Bahkan, ada pasien-pasien yang mengalami kerusakan jantung dan ginjal tanpa indikasi darah tinggi. 

Oleh sebab itu, perlu adanya pembatasan konsumsi garam setiap harinya. Dalam sehari, disarankan tidak lebih dari 2,4 gram. Dan, sumber terbesar natrium adalah makanan yang sudah diproses seperti makanan siap saji, keripik, roti lapis, saus pasta dan daging yang diawetkan.

'Seenak' apa pun makanan itu, tetap saja tidak akan terasa apa-apa bagi perokok. Tentu ini sangat berbahaya bila dibiarkan terlalu lama. 

Penulis : Selma Vandika

Lanjutkan Membaca ↓