Aneka Tantangan Pangan Sehat di Indonesia

Oleh Liputan6.com pada 16 Okt 2019, 13:00 WIB
makan sehat

Liputan6.com, Bogor Indonesia masih memiliki banyak tantangan perihal pangan yang sehat. Baik dari segi ketersediaan, kemampuan daya beli masyarakat, hingga kandungan gizi di dalamnya.

"Kekurangan gizi bisa terjadi karena kurangnya asupan pangan yang memadai, baik kuantitas maupun kualitas," ucap pakar gizi dan keamanan pangan Institut Pertanian Bogor, Profesor Ir Ahmad Sulaeman di Bogor, Jawa Barat pada  Selasa (15/10/2019).

Menurut Ahmad, kondisi ini bisa disebabkan karena masih rendahnya literasi mengenai pangan dan gizi yang sehat. Sehingga masih banyak orang yang kurang mampu memanfaatkan sumber daya pangan yang ada.

"Makanya, berbagai pihak terkait seperti produsen, konsumen, sampai penjual makanan punya peran dan tanggung jawab penting dalam mengaplikasikan konsep healthy diets," jelas Ahmad dalam acara Jelajah Gizi 2019 memeringati Hari Pangan Sedunia di Bogor, Jawa Barat.

Danone Indonesia berusaha untuk mengadopsi tema FAO Healthy Diet - Action is Our Future. Cara ini diharapkan agar bisa mengajak masyarakat untuk memperhatikan bagaimana konsep diet sehat yang baik.

"Healthy diet ini juga mendukung tujuan Food and Agriculture Organization (FAO) tentang permasalahan kekurangan gizi," ucap Ahmad.

Lewat healthy diet diharapkan bisa menjadi acuan oleh berbagai pihak dalam melakukan aksi terkait pangan, yang tentunya bisa berdampak positif pada kesehatan dan bumi di masa depan.

 

* Dapatkan pulsa gratis senilai Rp10 juta dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 of 3

Eksplorasi Pangan Sehat

Memeringati Hari Pangan Indonesia, Danone Indonesia menggelar sebuah kegiatan edukasi yakni Jelajah Gizi untuk mengeksplorasi potensi pangan yang ada di berbagai kota. Di tahun ketujuh penyelenggaraannya, Jelajah Gizi diadakan di Kota Bogor, Jawa Barat. 

"Aksi ini begitu berkaitan dengan gerakan revolusi pangan dan visi One Planet One Health dari Danone sendiri. Kami percaya bahwa setiap pihak bisa melakukan aksi dan pilihan terkait pangan," ucap Corporate Communication Directore Danone Indonesia, Arif Mujahidin.

Eksplorasi pangan sehat di Kota Bogor sendiri dimulai dengan mempelajari bagaimana proses penanaman berbagai jenis pangan di perkebunan Boja Farm, dilanjutkan dengan penanaman pangan di perkotaan yang difasilitasi Kebun Kumara.

Selanjutnya, para peserta Jelajah Gizi juga diajak untuk mengetahui proses pengolahan potensii pangan lokal yang dapat dikembangkan dengan mengunjungi Kampung Talas, Pala, dan Asinan Bogor.

"Kota Bogor sendiri dipilih karena punya banyak ragam kuliner khas dengan sumber bahan dari pangan lokal yang kemudian dioleh secara inovatif," jelas Arif.

Penulis: Diviya Agatha

3 of 3

Saksikan juga video menarik berikut:

Lanjutkan Membaca ↓