Tanpa Disadari, Ini 5 Efek Negatif Media Sosial

Oleh Benedikta Desideria pada 16 Okt 2019, 10:00 WIB
Media Sosial

Liputan6.com, Jakarta Segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, begitu juga bila Anda terlalu lama mengecek media sosial. Berjam-jam melihat Instagram Stories atau rebahan sambil scrolling Twitter bisa memengaruhi kesehatan Anda.

Penggunaan media sosial secara berlebihan bisa membuat rasa percaya diri hingga membuat kualitas tidur menurun. Berikut dampak negatif media sosial yang tanpa Anda sadari sudah memengaruhi kehidupan seperti dilansir Independent, Rabu (16/10/2019).

1. Percaya diri rendah

Sebuah studi yang dilakukan penelit dari University of Copenhagen Denmark menemukan banyak orang cenderung mengalami kecemburuan dengan kehidupan orang lain yang dilihat di lewat unggahan status atau foto di Facebook. Sementara, orang yang jarang membuka media sosial ini merasa lebih puas dengan kehidupannya.

"Ketika kita membandingkan kehidupan kita dengan orang lain, hal itu membuat kita jadi memiliki standar yang di luar kendali kita," kata penulis buku When Likes Aren’t Enough, Tim Bono.

Lebih baik, Anda memanfaatkan waktu yang ada untuk fokus pada diri sendiri atau mengembangkan diri dibandingkan terlalu lama melihat orang lain dari media sosialnya.

2. Koneksi antarsesama menurun

Sibuk melihat layar membuat hubungan dengan orang lain yang benar-benar ada di kiri kanan Anda jadi menurun. Selain itu, rasa kesepian pun bisa muncul ketika melihat foto orang-orang berkumpul sementara dia tidak.

"Pengalamanku, aku merasa FOMO (sebuah kecemasan yang terjadi karena sesuati yagn sering terjadi di sekitar, terutama media sosial) ketika melihat foto teman-temanku datang ke sebuah pesta yang aku tidak datangi. Hal itu membuatku merasa kesepian dan cemas," kata model Stina Sanders.

Ya, memang terlalu terikat dengan media sosial memang menurunkan perasaan sejahtera. Hal ini terbukti dalam studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Epidemiology yang menyebutkan bahwa penggunaan Facebook terlalu sering berimbas pada kesejahteraan mereka.

2 of 3

3. Terlalu sibuk menciptakan kenangan indah lewat foto

Beauty Bullying di Instagram
Ilustrasi Beauty Bullying di Instagram. (Foto: Vinicius Wiesehofer/ Pexels)

Ketika menghadiri sebuah acara, terkadang malah lebih banyak menghabiskan waktu untuk menghasilkan foto yang sempurna ketimbang pertemuan itu sendiri.

"Jika kita terlalu mengarahkan perhatian untuk menghasilkan foto terbaik agar foto yang diunggah membuat kagum follower, hal itu malah mengurangi pengalaman kita dengan orang yang kita temui," kata Bono.

4. Kurang tidur

Salah satu kebiasaan orang masa kini adalah mengecek media sosial sebelum tidur. padahal, hal itu sama saja mengaktifkan otak yang membuat kita tak lekas mengantuk.

"Rasa cemas atau cemburu dari apa yang dilihat di media sosial membuat otak tetap waspad, yang malah membuat tidak mengantuk," kata Bono.

"Belum lagi, cahaya yang dikeluarkan gawai menekan pelepasan melatonin, hormon yang membuat tubuh mengantuk," tambahnya.

5. Depresi dan kecemasan

Tidak cuma membuat seseorang jadi tidak merasa bahagia, penggunaan media sosial secara berlebihan juga bisa membuat rasa cemas dan depresi.

Survei yang dilakukan pada 1.000 generasi Z pada 2018 menemukan bahwa sekitar 41 persen partisipan merasa media sosial membuat mereka sedih, cemas, dan depresi.

3 of 3

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by