Porsi Makan Orang Jadi Lebih Besar Saat Makan Bareng Teman atau Keluarga, Kenapa?

Oleh Dyah Puspita Wisnuwardani pada 07 Okt 2019, 06:00 WIB
Etika Makan di Korea

Liputan6.com, Jakarta Orang cenderung akan makan dalam jumlah besar ketika berkumpul dan makan bersama dibandingkan makan sendiri. Hal itu dibuktikan oleh beberapa studi. Namun, salah satu studi menyebut fenomena tersebut sebagai efek 'fasilitasi sosial'.

Studi-studi sebelumnya mengungkap, orang yang makan bersama teman atau keluarga akan makan dalam porsi 48 persen lebih banyak ketimbang saat makan sendiri. Dan wanita yang mengalami obesitas cenderung makan secara sosial hingga 29 persen lebih banyak dibandingkan makan seorang diri.

Melansir laman Asianage, para ahli di University of Birmingham menemukan, makan secara sosial punya efek yang kuat meningkatkan asupan makanan dibandingkan ketika makan sendiri. Kesimpulan itu didapat setelah mengevaluasi 42 studi penelitian mengenai jamuan makan sosial. Hasil studi dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition.

Menurut para ahli, fenomena makan sosial itu terkait dengan pengalaman manusia di masa lalu. Manusia pada zaman berburu saling berbagi makanan karena ada kekhawatiran mengenai masa ketersediaan pangan. Mekanisme bertahan hidup itu diduga masih dimiliki manusia hingga kini. Hal itulah yang membuat orang makan lebih banyak ketika makan bersama teman dan keluarga.

"Kami menemukan bukti kuat bahwa orang makan lebih banyak ketika makan bersama teman dan keluarga dibandingkan makan sendiri. Meski begitu, efek fasilitasi sosial terhadap makan ini tidak meneliti studi lain yang melihat asupan makan di antara orang yang tidak memiliki hubungan baik," ujar Dr Helen Ruddock, kepala peneliti dari School of Psychology di University of Birmingham. 

 

 

 

* Dapatkan pulsa gratis senilai Rp 5 juta dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com di tautan ini.

2 of 2

Makan dan Kesan Positif

Menurut Dr Ruddock, orang ingin memberi kesan positif pada orang asing. Memilih porsi kecil makanan dianggap dapat memberi kesan tersebut. Temuan dari penelitian sebelumnya menunjukkan, orang seringkali memilih menu dan porsinya berdasaran jenis kesan terhadap diri sendiri yang ingin ditampilkan.

"Bukti menunjukkan hal itu sangat tampak ketika wanita makan bersama pria, mereka ingin menghadirkan kesan tersebut. Dan orang-orang yang obesitas yang menghindari dianggap makan berlebihan juga akan memilih makanan dan porsinya," jelas Dr Ruddock.

Dibandingkan spesies lainnya, manusia cenderung berbagi sumber makanan yang sama. Kini umumnya manusia tak lagi berburu, tapi mekanisme serupa itu yang dahulu terekam sebagai pola mencari makan yang efisien terus tertanam dalam kebiasaan makan kita.

 

Lanjutkan Membaca ↓