Piknik ke Banyuwangi, Wisatawan Tetap Sehat dengan Layanan Nursing Tourism

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 03 Okt 2019, 14:00 WIB
Banyuangi

Liputan6.com, Banyuwangi Seiring menjadi salah satu tujuan wisata, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mengembangkan program nursing tourism. Lewat program ini, wisatawan bisa memeriksakan kesehatan saat jatuh sakit ketika berwisata di ujung timur Pulau Jawa ini.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, Widji Lestariono, nursing tourism sebagai program unggulan yang berkontribusi terhadap industri pariwisata.

"Para perawat siaga di tempat-tempat wisata bila ada pengunjung atau wisatawan membutuhkan layanan kesehatan," jelas Rio, sapaan akrabnya saat ditemui di Aston Hotel Banyuwangi, ditulis Kamis (3/10/2019).

Selain itu, perawat juga memberikan pencegahan dan penyuluhan terkait risiko penyakit atau masalah kesehatan di daerah rawan, seperti pantai. "Cara itu dilakukan secara pro-aktif oleh mereka," lanjutnya.

 

* Dapatkan pulsa gratis senilai Rp 5 juta dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com di tautan ini.

2 of 2

Perawat Hadir di Titik-Titik Wisata Banyuwangi

Pantai Triangulasi, Hening di Ujung Alas Purwo
Pantai Triangulasi jadi bukti keindahan lain alam Banyuwangi.

Program nursing tourism ini diinisiasi oleh Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI). Sejak diresmikan satu bulan lalu para perawat sudah beraksi dan berkolaborasi dengan dinas kesehatan.

Pengembangan program nursing tourism bakal dilakukan di Grand Watudodol, Kawah Ijen, Pantai Pulau Merah, Pantai Boom, dan De Jawatan. Titik-titik lokasi tersebut termasuk destinasi favorit incaran wisatawan.

Dengan kehadiran perawat di titik wisata itu, tatkala wisatawan butuh layanan kesehatan, mereka bisa memanfaatkan layanan kesehatan.

"Para perawat ini memberikan layanan kesehatan di tempat-tempat wisata. Bahkan layanannya sampai ke rujukan juga," Rio melanjutkan.

Selain itu, fokus utama nursing tourism yakni memerhatikan kebersihan kamar yang bebas serangga dan nyamuk, ruang makan serta fasilitas penunjang lainnya. Sasarannya di tempat-tempat penginapan yang ada di lokasi wisata.

Lanjutkan Membaca ↓