Bermain Gim Perang Picu Masalah Jantung pada Anak?

Oleh Liputan6.com pada 02 Okt 2019, 06:00 WIB

Diperbarui 02 Okt 2019, 18:14 WIB

Ilustrasi Game mobile

Liputan6.com, Jakarta - Tiga orang anak di Australia pingsan saat sedang bermain gim. Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa mereka memiliki sebuah kondisi yang dapat memengaruhi sistem jantung, yang bahkan bisa mengancam jiwa.

Permasalahan ini pun menjadi konsentrasi para peneliti dari National Institute of Health, Amerika Serikat, untuk mencari tahu hubungan antara bermain gim dan kesehatan jantung.

"Kondisi ini disebabkan oleh permainan yang intens dan melibatkan emosi, yang dapat mengakibatkan pelepasan hormon stres. Inilah yang menjadi pemicu masalah pada irama jantung terhadap orang yang rentan," kata mereka.

Berdasarkan laporan yang diterima para peneliti, seorang anak lelaki berusia 10 tahun tiba-tiba kehilangan kesadaran di rumahnya setelah memenangkan pertandingan gim perang yang dia mainkan.

Setelah diperiksa bocah tersebut didiagnosis dengan kondisi langka yang disebut dengan katekolaminergik polimorfik ventrikel takikardia (CPVT), gangguan pada irama jantung yang dihasilkan dari genetik.

Laporan ini diterbitkan dalam New England Journal of Medicine, Kamis, 19 September 2019. Setelah pingsan, bocah tersebut segera sadar dan tampak baik-baik saja, tapi tak lama detak jantungnya berhenti. Kondisi ini dinamakan fibrilasi ventikel,  jantung bergetar bukan berdetak dengan benar.

Kasus kedua yang diterbitkan dalam Mayo Clinic, Inggris, AS menyatakan, seorang anak lelaki berusia 15 tahun yang sebelumnya pernah menjalani operasi jantung pingsan seusai memenangkan gim perang.

Ia didiagnosis dengan ventricular tachycardia, gangguan irama jantung di mana jantung berdetak lebih cepat dari biasanya. Posisi bilik jantung bawah juga tidak selaras dengan bilik jantung atas.

 

2 of 2

Kasus Ketiga

Ilustrasi Game konsol
Ilustrasi Game konsol (iStockPhoto)

Sedangkan dalam kasus ketiga, seorang anak lelaki berusia 11 tahun pingsan setelah mengalami jantung berdebar sambil bermain game perang dengan temannya.

Pemicu masalah pada jantungKetika sadar, ia didiagnosis menderita sindrom long-QT, suatu kondisi di mana irama jantung dapat menyebabkan detak jantung tidak teratur. Kondisi ini bersifat genetik dan diketahui anak tersebut memiliki dua anggota keluarga dengan sindrom tersebut.

Dr. Ronald Kanter, seorang ahli jantung dan direktur elektrofisiologi di Nicklaus Children's Hospital, Miami, yang tidak terlibat dalam laporan tersebut, mengatakan ia belum pernah mendengar tentang game elektronik yang dapat memicu masalah irama jantung.

"Saya terkejut itu bisa terjadi, dan apa pun yang menyebabkan hormon stres tubuh melonjak secara tiba-tiba dapat berisiko membuat masalah pada irama jantung yang berbahaya," ucap Kanter.

Selain karena stres fisik, baik sindrom long-QT dan CPVT dapat menyebabkan masalah irama jantung yang dipicu oleh stres emosional.

"Game elektronik sangat menegangkan, itu bagian dari sensasi yang dapat dirasakan. Namun, kasus semacam ini sangat jarang terjadi," ucap Kanter.

Penulis : Diviya Agatha

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait