Gandeng TNI dan Polri, Kemenkes Kirim Tenaga Kesehatan Gabungan ke Wamena

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 01 Okt 2019, 11:00 WIB
Diperbarui 03 Okt 2019, 08:13 WIB
Ilustrasi Dokter Militer

Liputan6.com, Jakarta Demi membantu pemulihan pelayanan kesehatan usai kerusuhan di Wamena, Papua, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengirimkan tenaga kesehatan gabungan ke wilayah tersebut.

Hal itu juga untuk membantu mereka yang masih bertahan meski telah terjadi kasus kekerasan pada seorang dokter hingga meninggal dunia beberapa waktu lalu.

Dalam konferensi persnya di kantor Kemenkes pada Senin kemarin, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek menyatakan bahwa tim gabungan tersebut terdiri dari tenaga kesehatan dari Kemenkes, TNI, dan Polri. Untuk gelombang pertama, setidaknya 30 petugas medis sudah diturunkan.

"Nanti ada lagi, mereka tidak ditempatkan setahun di sana, itu kan namanya rotasi. Itu kan nanti tukar terus sampai keadaan cukup baik," kata Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, ditulis Selasa (1/10/2019).

Pergantian tim kesehatan tambahan sendiri nantinya akan dilakukan setiap dua minggu hingga kondisi dinyatakan benar-benar kondusif. Sementara, usai tewasnya seorang dokter di Wamena, 31 tenaga kesehatan memutuskan untuk tetap bertahan di wilayah tersebut

2 of 3

Pelayanan Kesehatan Dibutuhkan Semua Pihak

Kementerian Kesehatan mengadakan konferensi pers terkait kondisi tenaga kesehatan usai kerusuhan di Wamena, Papua (Liputan6.com/Giovani Dio Prasasti)
Kementerian Kesehatan mengadakan konferensi pers terkait kondisi tenaga kesehatan usai kerusuhan di Wamena, Papua (Liputan6.com/Giovani Dio Prasasti)

Selain di Wamena, beberapa wilayah lain Papua yang mengalami kekurangan tenaga kesehatan seperti Ilaga dan Tolikara juga akan mendapatkan kiriman tim kesehatan gabungan.

"Jadi artinya di daerah yang lebih jauh lagi dari Wamena itu bisa mengerti karena kondisi geografis dan sebagainya. Oleh karena itu kami mengirim tim kesehatan gabungan," kata Nila dalam pernyataannya.

Sementara itu, Menkes menegaskan apabila merasa khawatir jika ada konflik lanjutan, tenaga kesehatan bisa berlindung di rumah sakit yang telah disediakan. Hal ini karena tempat tersebut merupakan area yang tak boleh mendapatkan gangguan.

"Sampai saat ini (layanan kesehatan) aman," kata Nila. Dia sendiri mengungkapkan bahwa tim Nusantara Sehat yang bertugas di daerah yang rentan konflik juga tidak mendapatkan gangguan tertentu.

"Mereka tidak diganggu. Mereka bilang kalau kesehatan tidak akan diganggu. Karena mereka tahu bahwa mereka juga akan butuh," kata Nila

"Malah kalau pulang ditangisi," ujarnya.

Selain mengirimkan tenaga kesehatan ke wilayah-wilayah tertentu, Tentara Nasional Indonesia (TNI) juga mempersiapkan kapal jenis berjenis Bantu Rumah Sakit KRI dr. Soeharso yang berisi 66 tenaga medis ahli beserta peralatan yang lebih canggih.

3 of 3

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓