Konsumsi Minuman Bersoda Setiap Hari, Pria Malaysia Nyaris Diamputasi

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 23 Sep 2019, 17:00 WIB
Diperbarui 24 Sep 2019, 16:14 WIB
20160823-Minuman Soda

Liputan6.com, Jakarta Kulit di bahu, lengan, dan punggung Mohd Razin Mohamed harus diangkat karena infeksi yang disebabkan kondisi diabetesnya. Diketahui, pria asal Malaysia itu memang sering mengonsumsi minuman bersoda.

Mohd Razin mengatakan bahwa ketika usianya masih 40 tahun, dia sering mengonsumsi minuman bersoda selama makan siang. Ia bahkan bisa minum lebih dari dua kaleng.

"Paling sedikit dua kaleng minuman berkarbonasi setiap hari," ujar Mohd Razin seperti dikutip dari World of Buzz pada pada Senin (23/9/2019).

Hingga suatu hari, pria yang saat ini berusia 56 itu mendapati bahwa urin di tempatnya kencing dikerubuti semut. Kepada Harian Metro, dokter memintanya agar mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Kondisi Mohd Razin memburuk ketika sebuah lepuh yang tak kunjung sembuh muncul di punggungnya. Selain itu, ukurannya membesar dari yang hanya seukuran ibu jari hingga sebesar telapak tangan.

2 of 3

Nyaris Diamputasi

20160823-Minuman Soda
Ilustrasi Foto Minuman Soda (iStockphoto)

Dengan cepat Mohd Razin dibawa ke rumah sakit di Sungai Buloh. Infeksi tersebut bahkan nyaris mencapai tulang-tulangnya. Untunglah, operasi segera dilakukan.

"Jika tidak, sudah tentu (lengan saya) harus diamputasi," kata Mohd Razin dikutip dari media setempat, Harian Metro.

Operasi dilakukan sebanyak dua kali untuk menyingkirkan kulit yang terinfeksi dan mengeringkan nanah. Mantan karyawan perusahaan telekomunikasi itu mengatakan bahwa prosedur itu membuatnya kesulitan mengangkat lengan kanan serta rasa sakit di punggungnya.

"Saya kesulitan mengangkat tangan kanan ketika kulit punggung tertekuk karena tidak rata," kata pria yang mengaku pernah pingsan tiga kali saat pergi ke kantor, akibat kadar gula yang terlalu tinggi itu.

Meski sudah pulih, Mohd Razin mau tidak mau harus menjauhkan minuman bersoda dari hidupnya. Hal itu karena dia mendapatkan perawatan susulan termasuk konsumsi obat diabetes.

"Menyesal pun sudah tidak berguna lagi. Inilah akibatnya kalau gemar mengonsumsi gula berlebihan," ujarnya.

3 of 3

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by