KPAI Minta Orangtua Lebih Perhatikan Asupan Gizi Anak Selama Kabut Asap

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 18 Sep 2019, 11:00 WIB
Kebakaran hutan

Liputan6.com, Jakarta Masalah kesehatan sangat rentan dialami oleh anak-anak ketika terpapar kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan. Maka dari itu, orangtua diminta untuk memperhatikan asupan dari buah hatinya.

Hal itu didorong oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terkait dengan bencana kabut asap yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia.

"KPAI mendorong para orangtua untuk memperhatikan asupan makanan sehat dan bergizi pada anak, agar anak-anak memiliki ketahanan tubuh yang lebih baik sehingga tetap sehat selama bencana kabut asap berlangsung," kata Susianah Affandy, Komisioner Bidang Sosial dan Anak dalam Situasi Darurat KPAI dalam rilis yang diterima Health Liputan6.com, ditulis Rabu (18/9/2019).

Selain itu, mereka juga meminta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat menindaklanjuti Surat Edaran Gubernur Sumbar yang meminta kepala sekolah agar tidak melakukan pembelajaran di luar kelas, serta tidak mengadakan upacara bendera selama masih terjadi kabut asap.

2 of 3

KPAI Minta Pemerintah Bangun Kesiap Siagaan

Kabut Asap
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti Riau pada Minggu (15/9/2019). (Dok Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB)

KPAI juga meminta pemerintah pusat dan daerah untuk lebih bersinergi dalam mengatasi kebakaran hutan serta dampaknya, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan lainnya.

"Bangsa Indonesia harus menyadari bahwa kebakaran hutan adalah bahaya tahunan, sehingga pemerintah seharusnya membangun kesiapsiagaan bencana kebakaran hutan," kata Susianah.

Seiring dengan peningkatan suhu udara dan perubahan iklim, potensi kebakaran hutan akan terus ada.

"Kunci pengelolaan kebakaran hutan adalah program-program pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan yang dilakukan sepanjang tahun, melalui pengelolaan hutan dan peningkatan kesadaran masyarakat, sumber daya yang memadai, dan koordinasi yang kuat," kata Susianah menegaskan.

3 of 3

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓