Cacar Ular, Apa Saja Tandanya?

Oleh Dyah Puspita Wisnuwardani pada 17 Sep 2019, 10:00 WIB
Cacar Air, Cacar Ular, Cacar (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta Mengawali minggu ini, kami mendapat kabar kurang baik dari salah seorang rekan kantor. Kawan kami itu dikabarkan tengah tertular cacar ular sehingga harus beristirahat di rumah. Untuk sementara waktu, kami tak bisa bercengkerama dan melihat senyum cerianya.

Teman kami harus beristirahat di rumah karena cacar merupakan infeksi yang mudah menular. Dan bicara mengenai cacar ular, mengutip laman klikdokter, penyakit ini disebabkan oleh virus yang sama dengan penyebab cacar air.

Menurut laman tersebut, setelah seseorang sembuh dari cacar air, virus varicella-zoster tak seluruhnya mati. Sebagian akan tetap bersembunyi pada serabut saraf tertentu pada tubuh. Jika daya tahan tubuh sedang turun seperti saat lelah, sakit, atau pada usia tua, virus dapat bangkit kembali dan menyebabkan cacar ular.

Dalam dunia kedokteran, cacar ular disebut dengan herpes zoster. Sedangkan dalam bahasa Inggris, cacar ular disebut dengan shingles, bentuknya menyerupai ruam dengan nyeri menggigit. Mengutip laman WebMD, biasanya cacar ular hanya muncul di salah satu tubuh saja.

 

2 of 2

Gejala cacar ular

Apa saja gejala atau tanda bila Anda atau seseorang terkena cacar ular?

Biasanya akan muncul bintik-bintik di satu bagian tubuh atau wajah. Kulit pun aan tampak merah di area tersebut. Kemudian Anda akan merasa nyeri yang menusuk. Selain itu, Anda pun akan merasa hal-hal berikut:

  • Rasa seperti kesemutan di bawah kulit.
  • Demam, kedinginan, serta sakit kepala.
  • Perut tidak nyaman.

Ruam di kulit akan berubah menjadi bintil-bintil merah berisi air dan terasa menyakitkan. Cacar ular akan mulai mengering dalam 7 hingga 10 hari.

Cacar ular tak bisa disembuhkan. Pengobatan yang dilakukan hanyalah untuk mengurangi waktu infeksi dan membuat pasien merasa lebih nyaman. Orang yang terkena cacar ular bisa menyebarkan virus varicella-zoster pada orang yang belum pernah terkena cacar air atau belum divaksinasi. Potensi penularan akan tetap ada selama semua luka belum mengering.

Hindari berinteraksi dengan ibu hamil yang belum pernah terkena cacar air atau mendapat vaksinasi, serta bayi baru lahir dan orang-orang dengan sistem imun rendah.

Lanjutkan Membaca ↓