Bos Bappenas Imbau BKKBN Ubah Jargon Dua Anak Cukup Agar Stunting Berkurang

Oleh Aditya Eka Prawira pada 15 Sep 2019, 06:00 WIB
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro

Liputan6.com, Pangkalpinang - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang Brodjonegoro mengimbau agar Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengubah jargon 'Dua Anak Cukup' dengan 'Dua Anak Ideal'.

Dalam Sarasehan Nasional Pembangunan Berwawasan Kependudukan di The Gale-Gale Ballroom, Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Jumat, 13 September 2019, di hadapan Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo, Bambang mengatakan bahwa BKKBN harus mulai menyusun strategi.

Sehingga, tidak lagi sebatas dua anak cukup, tetapi harus dipastikan juga bahwa anak-anak yang dilahirkan itu bisa menjadi sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.

"Ya, ini hanya bukan urusan BKKBN saja sebenarnya, tapi banyak pihak," kata bos Bappenas ini.

 

2 of 3

Arti dari Jargon Dua Anak Ideal dari Bos Bappenas

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro
Di hadapan Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, Menteri Bambang Brodjonegoro mengimbau agar BKKBN mengubah jargon Dua Anak Cukup dengan Dua Anak Ideal. (Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

Menurut Bambang, jargon 'Dua Anak Ideal' memiliki arti supaya masyarakat Indonesia tetap memiliki keinginan menikah dan memiliki anak. Dan, bila berkeinginan memiliki anak lebih dari satu boleh-boleh saja, asal jangan lebih dari dua.

"Anaknya kalau mau lebih dari satu, ya dua. Tetapi kalau bisa jangan lebih dari dua," Menteri Bambang mengingatkan.

Orang dulu ingin memiliki anak lebih dari satu lantaran mempercayai pepatah 'banyak anak banyak rezeki'. Disinggung soal itu, Menteri Bambang mengatakan,"Kalau kita lihat dari TFR (total fertility rate), itu sudah tidak (berlaku) lagi."

Bambang tidak memungkiri bahwa kondisi itu masih terjadi di beberapa tempat di Indonesia. Tetapi Bappenas melihat, di tempat yang angka TFR-nya masih tinggi, jumlah anak semakin memperbesar risiko terjadinya stunting.

"Stuntingnya juga tinggi ternyata," ujarnya.

 

3 of 3

Jumlah Anak Memperbesar Risiko Stunting

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro
Menurut Menteri Bambang Brodjonegoro, banyak anak semakin memperbesar risiko terjadinya stunting. Anak tidak mengalami pertumbuhan yang optimal, malah akan bertubuh kerdil (Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

Kalau stunting sampai terjadi, lanjut Bambang, akibatnya hanya bisa dikurangi tetapi tidak akan membuat generasi yang produktif dan berprestasi tinggi.

Oleh sebab itu, pencegahan dari kondisi ini harus segera dilakukan sejak pasangan suami istri merencanakan membina biduk rumah tangga, dan melahirkan buah hati tercinta.

"Kita perlu memberikan penyadaran bahwa jumlah anak tetap harus dikendalikan supaya stunting bisa diturunkan," kata Bambang menekankan.

Lanjutkan Membaca ↓