Hasil Tes Keluar, Kim Kardashian Positif Lupus

Oleh Liputan6.com pada 10 Sep 2019, 21:00 WIB
Kim Kardashian

Liputan6.com, Jakarta Air mata Kim Kardashian mengalir deras usai dokter memberi tahu bahwa antibodi tubuhnya positif terhadap lupus. Selain itu, hasil tes menunjukkan dirinya positif rheumatoid arthritis.

Kabar tak menyenangkan itu terekam dalam episode pertama di musim terbaru reality show Keeping Up With The Kardashian.

"Antibodi tubuhmu positif lupus dan rheumatoid arthrititis," kata dokter Daniel Wallace lewat sambungan telepon.

Namun, Wallace mengatakan bahwa antibodi tubuh positif terhadap lupus tapi tidak berarti Kim menderita penyakit itu, "Terkadang hasil tes bisa positif palsu saat skrining.

"Dijelaskan oleh dokter Brad Rovin dari The Ohio University Wexner Medical Center juga mengatakan hal serupa. "Hasil tes positif terhadap antiobodi terkait lupus tidak berarti Anda sakit penyakit itu."

"Sesudah melakukan tes antibodi hasilnya bisa positif palsu, ada banyak orang dengan antibodi dengan level rendah dan tidak terkena penyakit itu," kata Rovin lagi seperti dikutip laman Refinery29.

2 of 3

Kim Tetap Takut

[Fimela] Kim Kardashian dan Baby Psalm
Potret Kim Kardashian dan Psalm West (Instagram/kimkardashian)

Penyakit lupus diketahui setelah ia menjalani empat tes. Sementara, penyakit rheumatoid arthritis diketahui setelah dia menjalani tes karena sebelumnya dia merasa tangan dan persendiannya nyeri.

"Aku memikirkan hal-hal terburuk yang mungkin terjadi. Jadi selama beberapa hari ke depan rasanya begitu berat.... Membayangkan apa yang akan terjadi dan cara mengobatinya," tutur Kim dalam acara tersebut seperti dikutip News Au.

"Itu benar-benar menakutkan ketika berpikir bahwa hal ini akan mengubah hidupku," tutur istri rapper Kanye West ini.

Menurut Lupus Foundation of America, lupus adalah penyakit autoimun yang dapat menyerang bagian tubuh mana pun, termasuk persendian, kulit, ginjal, dan paru. Perbedaannya dengan rheumatoid arthritis adalah penyakit autoimun ini menyerang sendi dan menyebabkan peradangan, nyeri, serta pembengkakan.

"Skrining dilakukan ketika seseorang memiliki dugaan penyakit autoimun, seperti lupus atau rheumatoid arthritis. Tes ini juga dapat dilakukan untuk orang yang sehat," ucap Natalie Azar, rheumatologist di NYU Langone Medical Center, AS.

Kim telah menjadwalkan lebih lanjut pertemuan dengan dokter, walaupun rasa takut masih tetap muncul.

3 of 3

Saksikan juga video menarik berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓