Berbagai Faktor Penyebab Anjing Peliharaan Menyerang dan Menggigit Manusia

Oleh Liputan6.com pada 08 Sep 2019, 15:00 WIB
Diperbarui 13 Sep 2019, 13:23 WIB
Pitbull Tewaskan Bocah, Ini Fakta Si Bodyguard Handal Sekaligus Pemburu Mematikan

Liputan6.com, Jakarta Anjing merupakan salah satu hewan peliharaan banyak orang. Hewan berkaki empat ini juga dikenal sahabat setia manusia tapi dalam beberapa kasus anjing yang dipelihara juga bisa menyerang bahkan hingga menggigit manusia.

Anjing menggigit karena berbagai alasan,” kata Lauren Novack, konsultan perilaku anjing bersertifikat di Behavior Vets New York, Amerika Serikat.

Pada umumnya, seekor anjing tidak akan menggigit manusia tanpa alasan. Ketika anjing menggigit berarti sebuah reaksi terhadap ancaman atau alasan lain yang membuat dia tidak nyaman.

“Seringkali, anjing menggigit karena ada ketakutan, kegelisahan atau rasa sakit. Itu merupakan cara efektif bagi anjing untuk menghentikan hal yang tidak menyenangkan," tutur Novack seperti dilansir This Dogs Life, Minggu (8/9/2019).

Anjing dapat menggigit saat timbul rasa ingin melindungi wilayah kekuasaannya, keluarga baik manusia atau anaknya, merasa tertekan, menganggap anjing atau orang lain sebagai lawan agresif, serta berbagai alasan lainnya. Namun, tidak tepat bila menganggap anjing yang melakukan hal itu berarti tidak bisa diatur dan brutal.Vandika

2 of 3

Orang Takut Rentan Digigit Anjing

Ilustrasi Anak Anjing
Ilustrasi anak anjing (dok. Pixabay.com/3194556/Putu Elmira)

Menurut sebuah studi yang dilakukan tahun 2018 oleh British Medical Journal,, terungkap bahwa orang yang gelisah dan ketakutan memiliki kemungkinan lebih tinggi digigit oleh anjing. Para peneliti juga menemukan fakta bahwa kebanyakan korban  digigit oleh hewan yang tidak mereka kenal.

“Sebagai manusia, tugas kita adalah untuk memahami bahasa tubuh anjing supaya kita bisa mengenali dan memberikan respons yang tepat, saat si anjing sedang meminta ruang,” kata Novack.

Pastikan kita mengenali 'sinyal' dari anjing ketika dia hendak berlaku agresif, salah satunya menggeram. Namun, memang timbul kesulitan dalam memahami bahasa yang tidak digunakan dalam komunikasi.

Manusia dan anjing memang berkomunikasi dalam cara yang berbeda. Misalnya manusia menganggap bahwa berpelukan merupakan tanda sayang, sehingga muncul asumsi bahwa anjing akan berpikir sama. Padahal tidak demikian, anjing hanya bisa menoleransi pelukan sebagai aksi yang tidak membahayakan.

Faktanya, anjing biasanya berusaha keras untuk memberi tahu akan hal yang tidak mereka sukai sebelum menggigit.

“Tergantung situasinya, anjing bisa mengalihkan kepala, menjilat bibir, diam, menundukkan kepala, berusaha bergeser atau memberikan jilatan kilat. Mereka bisa menurunkan atau menaikkan atau bahkan mengibaskan ekor secara cepat dan singkat. Perubahan bahasa tubuh ini bisa terjadi dengan sangat cepat,” kata Novack. 

Dengan belajar memahami anjing, maka Anda bisa mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Sebab banyak kejadian buruk terjadi karena manusia kurang tanggap.

 

Penulis : Selma Vandika

3 of 3

Saksikan Juga Video Menarik Berikut

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by