Saran Presiden Brasil Jair Bolsonaro untuk Lindungi Lingkungan

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 13 Agu 2019, 19:00 WIB
Presiden Brasil Jair Bolsonaro (AP/Eraldo Peres)

Liputan6.com, Jakarta Presiden Brasil Jair Bolsonaro dikritik karena pernyataannya terkait solusi melindungi lingkungan hidup. Entah sarkas atau bukan, dia mengatakan bahwa cara agar bumi lebih baik adalah dengan buang air besar (BAB) lebih sedikit.

Beberapa waktu lalu, Bolsonaro mendapat pertanyaan dari wartawan tentang peningkatan ekonomi, mengurangi kelaparan, serta menyelamatkan lingkungan di saat bersamaan.

"Cukup makan lebih sedikit. Anda sudah bicara tentang polusi lingkungan. Cukup juga untuk buang air besar (BAB) sekali dalam dua hari," kata Bolsonaro seperti dikutip dari New York Post pada Selasa (13/8/2019).

"Itu akan lebih baik untuk seluruh dunia," ujarnya.

2 of 3

Mendapat Kritikan

Jair Bolsonaro, politikus Brasil yang dinilai memiliki sikap rasis seperti Presiden Donald Trump (AFP)
Jair Bolsonaro, politikus Brasil yang dinilai memiliki sikap rasis seperti Presiden Donald Trump (AFP)

Dari segi kesehatan, saran Bolsonaro dianggap jelas tidak masuk akal. Dalam tulisannya di Forbes, Bruce Y. Lee, profesor asosiat di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health mengkritik saran tersebut.

"Buang air besar bukan sesuatu yang bisa Anda putuskan kapan harus melakukannya. Anda tidak bisa benar-benar menjadwalkan seluruh waktu BAB lebih dulu," ujar Lee.

Dia menambahkan, saran semacam itu bukanlah nasihat kesehatan yang baik.

"Dapat mengakibatkan banyak masalah dan pakaian dalam yang kotor," kata Lee seperti dikutip dari IFL Science.

Bolsonaro memang kerap mendapat kecaman dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini karena meningkatnya data deforestasi hutan hujan Amazon menurut lembaga federal Brasil, National Institute for Space Research.

Kritik menyatakan kebijakan presiden yang baru menjabat 1 Januari 2019 lalu ini, bisa mempecepat deforestasi hutan Amazon hingga 60 persen.

Namun, presiden yang kerap disandingkan dengan Presiden AS Donald Trump ini berkilah dan menuduh lembaga itu memanipulasi data dan membuat pemerintahan sayap kanannya terlihat buruk. Itu membuatnya memecat Ricardo Galvao, fisikawan yang juga direktur organisasi itu.

3 of 3

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by