Ketua KPAI Beri Tips Cerdik Ajarkan Makna Kurban pada Anak

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 11 Agu 2019, 12:00 WIB
(Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Liputan6.com, Jakarta Momen Iduladha menjadi momentum menstimulasi karakter kesalehan sosial pada anak dalam memaknai kurban. Setelah salat Iduladha, peristiwa penyembelihan atau pemotongan hewan kurban termasuk hal yang dinantikan anak-anak.

Anak-anak seringkali merasakan keseruan saat melihat hewan kurban akan disembelih. Meskipun begitu, sebagian anak ada yang tidak siap melihat hewan kurban disembelih.

Walaupun begitu, penting untuk menyisipkan pendidikan karakter kepada anak di tengah keseruan Iduladha agar ia mampu menangkap makna dari prosesi kurban.

Dari keterangan tertulis kepada Health Liputan6.com, Minggu (11/8/2019), Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto membeberkan tips yang perlu diperhatikan orangtua demi membantu memaknai kurban pada anak.

1. Ceritakan kepada anak tentang sejarah Iduladha dan kurban

Cara ini agar anak mengetahui akar sejarah dan nilai positif berkurban.

2 of 4

Solat Iduladha

(Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Pemkot Surabaya akan mengawasi pembuangan limbah hewan kurban sembarangan. (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

2. Ajak anak salat Iduladha

Mengajak anak salat salat Iduladha tak hanya mendidik anak agar taat beribadah. Ia bisa mengenal akan rangkaian prosesi Iduladha.

3. Jangan paksa anak

Jika anak tidak mau ikut salat Iduladha, jangan paksa mereka. Stimulasi yang terus menerus dilakukan orangtua kepada anak akan berbuah manis. Pada saatnya, anak akan tumbuh punya kesadaran dan kenyamanan untuk menjalankan salat Iduladha.

3 of 4

Budaya Hormat dan Patuh

Pemeriksaan hewan kurban
Petugas Dinas Peternakan dan Pertanian memeriksa selaput lendir sapi kurban yang dijual di Mall Hewan Kurban H. Doni, Depok, Jawa Barat, Senin (29/7/2019). Pemeriksaan guna menjamin kelayakan dan kesehatan medis hewan kurban untuk dikonsumsi pada Idul Adha mendatang. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

4. Tumbuhkan kesadaran anak terhadap pentingnya budaya hormat dan patuh

Cara ini ditunjukkan saat Ibrahim diperintah oleh Allah SWT untuk mengkurbankan anaknya, Nabi Ismail pun menunjukkan sikap hormat kepada orangtuanya dan patuh atas perintah Allah.

Budaya hormat harus dididikkan kepada anak seiring tantangan perkembangan anak. Dalam UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menegaskan, hormat kepada orangtua dan guru merupakan kewajiban.

5. Jelaskan bahwa kurban bukan hanya menjalankan perintah Allah SWT

Kurban saat Iduladha juga mengajarkan kepada kita saling berbagi kepada orang yang tidak mampu. Artinya, makna kurban mengajarkan kepekaan sosial dan berbagi kepada sesama yang membutuhkan.

4 of 4

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by