Ayah di Indonesia Raih Nilai Tertinggi Dukung Ibu Menyusui

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 08 Agu 2019, 14:00 WIB
Kelahiran Bayi

Liputan6.com, Jakarta Para ayah di Indonesia mendapat nilai tertinggi dalam mendukung ibu menyusui.

Kabar membanggakan ini merupakan hasil studi Royal Philips (NYSE:PHG, AEX:PHIA), pemimpin global dalam teknologi kesehatan serta solusi perawatan ibu dan anak. Royal Philips -- Philips Avent merilis studi pentingnya peran pasangan (ayah) dalam proses menyusui. 

Hasil studi menunjukkan, ayah di Indonesia mendapat nilai 8,99 dari 10 mendukung ibu menyusui. Angka ini diikuti oleh Australia (8,86) dan Selandia Baru (8,69). Yang lebih menakjubkan, nilai yang didapat para ayah Indonesia ini juga lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nilai global, yaitu 8,10.

Terkait hasil studi tersebut, Ketua Umum Perkumpulan Perinatologi Indonesia (Perinasia), Ali Sungkar ikut menanggapi.

“Kontribusi ayah dalam merawat dan membesarkan anak bersama dengan sang ibu kini semakin meningkat. Hal sangat baik untuk mempererat ikatan antara ayah dengan anak juga perkembangan emosional sang ibu,” kata Ali sebagaimana keterangan tertulis yang diterima Health Liputan6.com, ditulis Kamis (8/8/2019).

Dukungan penuh pasangan terhadap ibu, lanjut Ali, seharusnya sudah dilakukan sejak masa kehamilan, persalinan, hingga enam bulan pertama kehadiran si bayi.  

Survei Philips Avent peran ayah dalam mendukung ibu menyusui menyasar 14 negara di dunia meliputi Indonesia, Australia, Amerika Serikat, Inggris, Selandia Baru, Romania, Jerman, Brasil, Rusia, Perancis, Portugal, Spanyol, Belanda, dan Italia.

2 of 4

Ingin Pasangan Terlibat Rawat Anak

Keluarga
Ibu di Indonesia ingin pasangan terlibat rawat anak. copyright shutterstock

Hasil penelitian Philips Avent juga menunjukkan, hampir semua ibu yang mengikuti survei menginginkan pasangannya terlibat merawat bayi mereka yang baru lahir. Di Indonesia sendiri, 58 persen ibu menginginkan pasangan mereka membantu menenangkan bayi saat malam hari. 63 persen ibu ingin dibantu memberikan susu bayi di malam hari.

Mayoritas ayah di Indonesia (92,5%) mau membantu. Sebanyak 46,7 persen ayah ikut membantu membersihkan pompa ASI dan botol untuk memberi susu bayi. Hanya 56 persen ayah meluangkan waktunya mencari informasi cara tepat memberi susu dan makan bayi.

Hasil survei Philips Avent menjadi cerminan, 96 persen ibu di Indonesia menginginkan informasi lebih banyak mengenai bagaimana pasangan dapat mendukung mereka selama menyusui. Dukungan dari ayah akan membantu menurunkan risiko baby blues dan postpartum depression pada ibu yang baru melahirkan.

“Mulai dari sejak ibu mengandung, ayah harus rajin mendampingi untuk pemeriksaan kehamilan atau antenatal care. Supaya tahu juga perkembangan janin dan apa yang dibutuhkan si ibu. Tahap kedua adalah mendampingi proses persalinan. Biasanya, kalau proses persalinan normal, saya akan meminta ayahnya untuk memotong tali pusar,” tambah Ali.

Ayah juga harus ikut mendampingi saat IMD (inisiasi menyusui dini). Momen ini termasuk tahap penting menentukan kelancaran pemberian ASI. Dukungan ayah dalam enam bulan pertama kehadiran bayi juga sangat penting agar ibu bisa lancar memberikan ASI eksklusif.

"Yang bisa dilakukan ayah sebetulnya banyak. Mulai dari menyiapkan tempat tidur bayi di malam hari dan membantu mengganti popok. Rajin memijat punggung ibu, atau disebut pijat oksitosin, juga membantu melancarkan ASI," Ali melanjutkan.

3 of 4

Ikatan Anak dan Ayah

Ilustrasi ayah dan anak (iStock)
Ayah yang ikut merawat anak akan membentuk ikatan. (iStock)

Ibu menyusui yang mendapatkan dukungan dari pasangannya memiliki kesempatan lebih besar untuk memulai dan melanjutkan menyusui lebih lama.

Selain itu, keterlibatan ayah dalam proses menyusui akan meningkatkan ikatan antara ayah dan bayi pascapersalinan. Peran aktif ayah dalam proses menyusui juga mengurangi kemungkinan terjadinya cognitive delay (keterbatasan fungsi mental) pada bayi dan mendorong penambahan berat badan pada bayi prematur.

“Kami ingin menggarisbawahi pentingnya dukungan dari lingkungan sekitar ibu dan bayi, terutama peran aktif ayah dalam bulan-bulan awal kehidupan paska kelahiran,” komentar Country General Manager Personal Health Philips Indonesia, Yongky Sentosa.

“Dukungan ini sangat penting bagi kelancaran pemberian ASI eksklusif pada enam bulan pertama, terlebih bagi para ibu bekerja."

Philips Avent ingin mendorong para ayah untuk terlibat dalam perjalanan menyusui sang ibu serta mempromosikan ikatan antara anak dengan ayahnya sejak dini. Salah satu upaya melalui kegiatan seperti Philips Avent New Parents Class. 

4 of 4

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓