Cara Paskibraka Nasional 2019 dari Bengkulu Membalas Sakit Hati Orangtuanya

Oleh Aditya Eka Prawira pada 07 Agu 2019, 07:00 WIB
Diperbarui 07 Agu 2019, 07:00 WIB
Paskibraka 2019, Paskibraka Nasional 2019, Paskibraka
Perbesar
Paskibraka Nasional 2019 dari Bengkulu, Aisyah Rahmawati. Gadis manis ini merupakan siswi SMA Negeri 3 Seluma (Liputan6.com/Aditya Eka Prawira)

Liputan6.com, Jakarta - Tangis Paskibraka Nasional 2019 putri dari Bengkulu ini pecah kala menceritakan bapak dan emaknya.

Kesenduan pun muncul saat Aisyah Rahmawati mengingat segala perlakuan kurang mengenakkan yang diterima keluarganya.

Menurut Aisyah, hal ini yang akhirnya mendorong dia untuk berlatih dengan giat dan gigih selama mengikuti pendidikan dan pelatihan Paskibraka Nasional 2019.

"Aisyah ingin membanggakan kedua orangtua. Biar tidak ada lagi yang memandang rendah keluarga Aisyah," kata Aisyah kepada Diary Paskibraka Liputan6.com di Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga (PP-PON) Kemenpora, Cibubur, Jakarta Timur pada Rabu, 6 Agustus 2019.

Aisyah saat ini tercatat sebagai siswi SMA Negeri 3 Seluma. Motivasi dia mengikuti seleksi Paskibraka Nasional 2019 agar cita-citanya menjadi polisi wanita (Polwan) bisa tercapai.

Meski dia menyadari bahwa status Paskibraka Nasional 2019 tidak lantas membuatnya mudah begitu saja masuk Akademi Kepolisian (Akpol).

Baca juga: Paskibraka Nasional 2019 dari Papua Potong Rambut, Jadi Mirip Artis

"Ini menjadi target Aisyah berikutnya," kata dia.

 

Pesan Mendiang Sang Kakak

Paskibraka 2019, Paskibraka Nasional 2019, Paskibraka
Perbesar
Tujuan Aisyah menjadi anggota Paskibraka, sampaikan akhirnya lolos sebagai Paskibraka Nasional 2019 agar bisa mengangkat derajat kedua orangtuanya yang kerap dipandang rendah orang lain (Liputan6.com/Aditya Eka Prawira)

Aisyah bercerita bahwa dulu mendiang sang kakak memiliki cita-cita yang sama seperti dirinya.

Saat itu, ada segelintir orang yang menganggap remeh jika keluarga mereka tidak akan mampu memasukkan anaknya ke Akpol.

"Waktu kakak Aisyah mau ikut Polwan, ada orang yang bilang begini 'Kenapa sih mau ikut Polwan? Berduit saja enggak'," kata Aisyah.

"Dari situ terbawa sampai sekarang," Aisyah melanjutkan. Calon Paskibraka Nasional 2019 mengaku sakit hati mendengar omongan orang-orang yang seperti itu.

Sebelum ajal menjemput, sang kakak sempat menitipkan pesan agar Aisyah dapat mengejar target tersebut. Kakak perempuan, sekaligus kakak tertuanya, meninggal dunia akibat pedarahan saat melahirkan.

"Kakak Aisyah titip pesan 'Aisyah kejar target Aisyah. Pesan kakak, Aisyah harus jadi Polwan. Banggakan bapak sama emak'," kata dia.

 

Upaya Paskibraka Nasional 2019 untuk Masuk Akpol

Paskibraka 2019, Paskibraka Nasional 2019, Paskibraka
Perbesar
Aisyah Rahmawati, Paskibraka Nasional 2019 putri perwakilan Bengkulu kelahiran Rena Panjang, 2 April 2003 (Liputan6.com/Aditya Eka Prawira)

Segala upaya sudah mulai Aisyah lakukan. Salah satunya, menjadi Paskibraka Nasional 2019.

Saat hendak pergi ke Ibu Kota, bapaknya berpesan supaya anak gadisnya itu tidak pernah lupa sama Tuhan, berjuang, dan salat Tahajud.

"Ayah dan emak bilang, mereka selalu berdoa supaya Aisyah tidak gampang mengeluh selama di sini, jangan sampai malah dipandang tidak baik sama orang. Insyaallah kalau Aisyah salat, Allah akan melindungi Aisyah," katanya.

Aisyah pun berjanji melakukan semua hal yang dipesankan kepadanya. Dengan dia berhasil sebagai Paskibraka Nasional 2019 mewakili Bengkulu, apalagi sampai bisa jadi pembawa baki, secara tidak langsung dia sudah membungkam orang-orang yang menganggap remeh keluarganya. 

"Semua ini untuk emak dan bapak," katanya.

Simak Video Menarik Terkait Paskibraka Nasional

Lanjutkan Membaca ↓