Linda Gumelar: Peluk dan Rangkul Anak Autis

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 02 Agu 2019, 17:00 WIB
Diperbarui 02 Agu 2019, 18:17 WIB
Linda Gumelar

Liputan6.com, Jakarta Tokoh Nasional Penggerak Aksi Sosial Linda Gumelar menegaskan, anak autis mempunyai hak dan kewajiban yang sama layaknya masyarakat yang punya tubuh maupun otak yang normal. Sayangnya, dalam keseharian, mereka kerap masih dijauhi dalam pergaulan masyarakat.

“Jangan jauhkan mereka (anak autis), peluklah mereka, rangkullah mereka. Karena mereka punya ruang dan tempat yang sama seperti masyarakat pada umumnya,” ucap Linda sesuai keterangan rilis yang diterima Health Liputan6.com, ditulis Jumat (2/8/2019).

Saat membuka acara Charity Art Exhibition Heart for Autism yang diadakan oleh London School Center for Autism Awareness yang berkolaborasi bersama Daya Pelita Kasih Foundation di Sunrise Art of Gallery Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (1/8/2019), Linda Gumelar juga menyinggung soal peran orangtua terhadap anak autis.

Peran orangtua sangat penting dalam pertumbuhan anak-anak autis. Linda menyebut, orangtua yang memiliki anak dengan autisme adalah mereka yang diberikan kelebihan oleh Tuhan dalam menjalani hidup.

“Buat apa anak-anak penyandang autis harus menerima hukuman pasung seperti yang terjadi di daerah-daerah? Buat saya, mereka layak hidup, sekali lagi jangan menghakimi mereka, apalagi anak itu merupakan titipan Sang Pencipta. Jangan perlakukan anak sesuka hati," tambah Linda Gumelar, yang pernah menjabat sebagai Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia pada Kabinet Indonesia Bersatu II dan mantan ketua umum Kongres Wanita Indonesia periode 2004-2009.

2 dari 4 halaman

Punya Nilai Kelebihan

Autis
Charity Art Exhibition Heart for Autism anak autis yang diadakan oleh London School Center for Autism Awareness berkolaborasi bersama Daya Pelita Kasih Foundation di Sunrise Art of Gallery Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (1/8/2019). (Dok Daya Pelita Kasih Foundation)

Selain peran orangtua, perlu kekuatan para ahli kesehatan untuk menangani anak autis. Butuh kesabaran juga merawat anak autis.

“Tentunya, edukasi sangat penting, selain rasa saling menghormati. Jangan salah, anak –anak autis itu mempunyai nilai kelebihan ketimbang orang hidup normal," Linda melanjutkan.

Istri Agum Gumelar ini mencontohkan pameran lukisan yang dibuat anak-anak autis. Lukisan yang dituangkan pun memiliki arti dan makna yang bagus dalam kehidupan manusia.

3 dari 4 halaman

Cegah Bullying

Autis
Charity Art Exhibition Heart for Autism anak autis yang diadakan oleh London School Center for Autism Awareness berkolaborasi bersama Daya Pelita Kasih Foundation di Sunrise Art of Gallery Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (1/8/2019). (Dok Daya Pelita Kasih Foundation)

Head London School Center for Autism Awarness LSPR Chrisdina mengungkapkan, adanya pameran lukisan yang dibuat oleh penyandang autis kian memperkuat keberadaan mereka dalam bentuk membangun lingkungan sosial.

“LSPR merupakan universitas yang peduli dengan kehidupan sosial, melalui kegiatan ini otomatis membuat anak-anak autis bisa mengeksplorasi keahliannya. Di LSPR juga terdapat teacher training yang sasarannya adalah anak-anak sekolah dasar yang terus diberikan pemahaman terhadap penyandang autis. Jadi, tidak lagi terjadi bulying pada penyandang autis," jelas Chrisdina.

Ada juga kelas pengajaran parents and siblings yang mana orangtua bisa saling berkomunikasi terhadap anaknya yang autis serta news letter perihal edukasi bagaimana mendidik anak-anak autis.

4 dari 4 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓