4 Cara Tepat Gunakan Masker agar Terlindung dari Polusi Udara

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 03 Agu 2019, 07:00 WIB
Diperbarui 25 Sep 2019, 18:56 WIB
Sidang Perdana Gugatan Polusi Udara Jakarta

Liputan6.com, Jakarta Penggunaan masker menjadi salah satu alternatif untuk mencegah dampak buruk dari polusi udara yang menaungi DKI Jakarta dan sekitarnya. Namun, jangan asal-asalan dalam penggunaannya.

Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Agus Dwi Susanto memberikan beberapa tips dalam penggunaan masker. Salah satunya, bukan hanya sekadar mana yang berada di bagian dalam atau luar, tetapi juga soal seberapa lama penggunaannya.

1. Pemilihan Masker

Agus mengatakan, terkait memilih masker, mereka menyarankan jenis terbaik adalah yang memiliki filtrasi partikel 95 persen. Ada banyak merek yang dijual.

"Kalau di Jepang, ada masker bedah tapi bisa memfiltrasi PM 2,5 hingga 95 persen. Di Jepang, di Korea ada. Di kita belum ada masker bedah yang bisa filtrasi hingga 95 persen, tapi tipe masker yang lain, beberapa itu ada," kata Agus di kantor PDPI, Jakarta beberapa waktu lalu, ditulis Jumat (2/6/2019).

2 dari 5 halaman

2. Tak Punya yang 95 Persen? Gunakan Masker yang Ada

Udara Jakarta Buruk, Warga Beraktivitas Pakai Masker
Seorang wanita berjalan mengenakan masker pelindung untuk menghindari polusi udara buruk di Jakarta, Rabu (17/7/2019). Dinkes DKI menyarankan masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas untuk mencegah dampak polusi udara pada tubuh. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Jika harga masker dengan filtrasi 95 persen terlalu mahal dan sulit didapat, tetaplah gunakan masker yang ada daripada tidak menggunakannya sama sekali. Baik itu dengan kain atau masker bedah yang banyak dijual.

Setidaknya, Anda terlindungi 30 sampai 50 persen. Selain itu, gunakan benda itu dengan benar. Tidak ada gunanya jika masker tidak digunakan dengan benar, meski sudah memproteksi hingga 95 persen.

3 dari 5 halaman

3. Sekali Pakai Buang

Sidang Perdana Gugatan Polusi Udara Jakarta
Aktivis Koalisi Inisiatif Bersihkan Udara Koalisi Semesta (Ibu kota) menghadiri sidang perdana gugatan polusi udara di Jakarta di PN Jakarta Pusat, Kamis (1/8/2019). Mereka mengenakan masker dan pakaian kaus berwarna merah bertuliskan "Jakarta vs Polisi Udara". (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Masker yang digunakan haruslah sekali pakai buang. Agus mengatakan, jika terlalu lama dipakai, benda itu malah berbahaya.

"Partikel-partikel itu kan menempel di dalam masker," ujarnya.

Idealnya, Anda diperbolehkan menggunakan masker paling lama delapan jam untuk setelah itu menggantinya dengan yang baru.

"Karena kalau tidak, partikel itu menempel di dalam masker, makin lama makin menumpuk. Anda pernah lihat tidak masker sampai seminggu dipakai warnanya jadi hitam?"

Agus mengatakan, pemakaian masker terlalu lama bisa menimbulkan infeksi karena kuman yang terhirup di saluran napas.

4 dari 5 halaman

4. Jangan Dicuci

Udara Jakarta Buruk, Warga Beraktivitas Pakai Masker
Seorang pria berjalan mengenakan masker pelindung untuk menghindari polusi udara buruk di Jakarta, Rabu (17/7/2019). Dinkes DKI menyarankan masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas untuk mencegah dampak polusi udara pada tubuh. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Masker tidak boleh untuk dicuci. Hal ini membuat pori-porinya menyebar dan menurunkan kemampuan filtrasinya.

"Sehingga dia tidak disarankan untuk dicuci dan dipakai lagi. Itu yang mesti diperhatikan," kata Agus.

5 dari 5 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓