Indonesia Jadi Negara Peringkat Pertama Produsen Vaksin di OKI

Oleh Arie Nugraha pada 25 Jul 2019, 18:00 WIB
Diperbarui 25 Jul 2019, 19:17 WIB
20160628-Ilustrasi-Vaksin-iStockphoto

Liputan6.com, Bandung Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mengaku Indonesia berada di peringkat pertama produsen vaksin di antara tujuh negara lainnya anggota organisasi kerja sama Islam (OKI). Sampai saat ini produksi vaksin dalam negeri telah diekspor ke lebih dari 135 negara, termasuk 56 negara anggota OKI.

Menurut Kepala Badan POM RI Penny K. Lukito, dengan keunggulan yang dimiliki oleh Indonesia ini, sudah selayaknya ekspor vaksin dapat dilakukan ke negara-negara anggota OKI. Selain memperkuat aspek diplomasi kata Penny, juga membantu negara anggota OKI lainnya yang dianggap membutuhkan.

"Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, memberikan bantuan untuk peningkatan kemampuan kapasitas dari regulatori institusi member anggota OKI tersebut. Dengan membantu melalui program kerja sama Selatan-Selatan, South-South Cooperation artinya adalah bantuan Indonesia untuk negara-negara yang tingkatan ekonominya lebih rendah dari kita," kata Penny usai acara sosialisasi pertemuan kepala otoritas regulatori obat negara-negara OKI di Hotel Aston, Bandung, Kamis, 25 Juli 2019. 

Penny menyebutkkan negara-negara yang telah mendapat bantuan dari Indonesia seperti Palestina, Tunisia, dan Maroko. 

"Ya negara-negara miskin, negara-negara konflik kita sudah lakukan untuk Palestina kemudian untuk Tunisia, untuk Maroko juga. Ke depan akan bertambah lagi," ujar Penny.

 

2 of 2

Upaya Perluas Cakupan Vaksinasi dengan Negara OKI

Penny mengatakan Indonesia berupaya adanya pertemuan tersebut, dapat memperluas cakupan program vaksinasi imunisasi dengan negara anggota OKI. Sehingga jika terjadi permasalahan serupa di negara anggota OKI, dapat diatasi secara bersama-sama.

Selain itu, Indonesia juga tengah meniti pengembangan vaksin halal untuk negara Islam. Ini merupakan hasil dari kesepakatan yang dituangkan dalam Deklarasi Jakarta dan Rencana Aksi Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

"Sebagai langkah konkret untuk meningkatkan kemandirian (self-reliance) dan kemudahan akses obat dan vaksin yang aman, berkhasiat, bermutu, dan aman bagi rakyat di negara anggota OKI," ujar Penny.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait

Live Streaming

Powered by