Kemenkes Merekomendasikan 615 RS Turun Kelas

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 25 Jul 2019, 14:00 WIB
Diperbarui 25 Jul 2019, 15:39 WIB
Ilustrasi lorong rumah sakit

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan review terhadap lebih dari dua ribu rumah sakit (RS) di Indonesia. Hasilnya, 615 dari 2.170 rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan mengalami penurunan kelas pelayanan. 

Penurunan kelas RS tertuang dalam surat bernomor HK.04.01/I/2963/2019 tentang Rekomendasi Penyesuaian Kelas Rumah Sakit Hasil Reviu Kelas Rumah Sakit. Surat ini dikeluarkan pada 15 Juli 2019. 

"Ini untuk menata sistem rujukan dan peta kompetensi yang mana kelas RS menggambarkan kompetisi fasilitas kesehatan (faskes). Hasil review dinilai dari kompetensi sumber daya manusia (SDM), sarana dan prasarana serta alat yang tersedia," kata Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Bambang Wibowo saat konferensi pers di Kementerian Kesehatan, Kamis (25/7/2019).

Dalam hal ini, hasil review akan melihat seberapa besar kompetensi RS yang tersedia. Misalnya, sebuah RS ternyata tidak memiliki dokter spesialis bedah.

"Atau, bisa jadi RS itu ternyata punya dokter bedah tapi fasilitas pembedahan di dalam kamar operasi, misalnya, tidak tersedia," lanjut Bambang.

 

2 of 3

Masa Sanggah 28 Hari

Meski sudah turun rekomendasi hasil review penurunan kelas, pihak RS dapat mengajukan komentar dan keberatan. Artinya, keputusan rekomendasi tersebut belum final.

"Kalau ternyata hasil review tidak sesuai, RS bisa mengajukan sanggahan. Ada masa sanggah selama 28 hari," Bambang menegaskan.

"RS yang keberatan dengan hasil review bisa menyampaikan sanggahan dalam 28 hari sejak rekomendasi diterbitkan," tambah Bambang.

3 of 3

Saksikan juga video menarik berikut

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait