Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

18 Tahun

LanjutkanStop di Sini

Riset: 33 Persen Remaja Indonesia Lakukan Hubungan Seks Penetrasi Sebelum Nikah

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 19 Jul 2019, 23:59 WIB
Diperbarui 19 Jul 2019, 23:59 WIB
Hubungan Seks Hubungan Intim
Perbesar
Ilustrasi Hubungan Seks (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta Seks bebas masih menjadi masalah remaja di Indonesia. Sebuah studi terbaru bahkan menemukan masih ada anak muda yang melakukan hubungan seks penetrasi tanpa menggunakan kondom.

Penelitian yang dilakukan oleh Reckitt Benckiser Indonesia lewat mereka alat kontrasepsi Durex terhadap 500 remaja di lima kota besar di Indonesia menemukan, 33 persen remaja pernah melakukan hubungan seks penetrasi.

Dari hasil tersebut, 58 persennya melakukan penetrasi di usia 18 sampai 20 tahun. Selain itu, para peserta survei ini adalah mereka yang belum menikah.

"Ini mencengangkan. Jadi kalau mengatakan bahwa edukasi seksual itu masih tabu, saya kira ini perlu menjadi suatu data yang perlu dipertimbangkan," kata dr. Helena Rahayu Wonoadi, Direktur CSR Reckitt Benckiser Indonesia dalam pemaparannya di Jakarta, ditulis Jumat (19/7/2019).

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tidak Mengenakan Kondom

Hubungan seks dan tips seks (iStock)
Perbesar
Ilustrasi pasangan dan seks (iStockphoto)

Hasil temuan dari survei yang dilakukan secara daring ini juga menemukan bahwa dari 33 persen remaja tadi, setengahnya tidak menggunakan alat kontrasepsi seperti kondom.

Helena menambahkan, temuan ini seakan menunjukkan adanya urutan dari pengalaman seks yang diterima oleh para remaja di Indonesia. Di mana kebanyakan dari peserta mendapatkan tanda pubertas pertama di usia 12 sampai 17 tahun, menerima pendidikan seks di usia 14 sampai 18 tahun, dan merasakan pengalaman seks penetrasi pertama di usia 18 sampai 20 tahun.

Meski begitu, temuan ini mendapatkan kritik. Khususnya terkait hasil 33 persen yang diungkap dalam studi tersebut.

"Saya kira kita tidak bisa memegang ini sebagai angka prevalensi," kata Dr. Rita Damayanti, Ketua Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kritik Temuan Studi

Pertanyaan seks (iStock)
Perbesar
Ilustrasi pertanyaan seks (iStockphoto)

Rita mengatakan, penggunaan survei melalui internet juga harus dipertimbangkan mengingat tidak semua remaja bisa mengakses internet. Selain itu, dari sisi usia, pergeseran umur juga sangat menentukan. Dalam studi ini, 76 persen responden berada di usia 20 sampai 25 tahun.

"Yang dilihat di survei-survei besar saya kira berada di umur 15 sampai 18," tambahnya. Selain itu, perbedaan jenis kelamin serta peran gender juga bisa berpengaruh pada hasil penelitian.

Menanggapi hal tersebut, Helena mengatakan bahwa studi ini belum selesai dan masih akan dilanjutkan. Selanjutnya, mereka akan menyasar pasangan kekasih dan menikah.

"Saya katakan penelitian ini belum selesai, nanti kami juga akan menyasar pada pasangan muda dan pasangan menikah. Jadi akan ada interaksi, " kata Helena pada Health Liputan6.com.

Hasil studi secara lengkap direncanakan akan dirilis pada peringatan Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada 1 Desember 2019.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya