Pentingnya Memerhatikan Asupan Nutrisi Selama Hamil

Oleh Aditya Eka Prawira pada 08 Jul 2019, 20:00 WIB

Diperbarui 10 Jul 2019, 16:13 WIB

Makanan yang Harus Dihindari Ibu Hamil Saat Buka Puasa dan Sahur

 

 

Liputan6.com, Jakarta Sebagian ibu pasti bertanya-tanya seputar keamanan proses menyusui selama kehamilan. Apakah hal ini akan mempengaruhi janin di perut ibu? Apakah dapat terjadi gangguan kehamilan akibat menyusui? Apakah nutrisi yang didapat dari ASI akan menjadi berkurang karena kehamilan?

Wajar saja bila ibu memiliki berbagai kekhawatiran di atas. Sebab, seorang ibu tentunya akan memikirkan yang terbaik untuk semua buah hatinya. Perlu diketahui, ketika menyusui memang akan dihasilkan hormon oksitosin yang berperan dalam proses pengeluaran ASI, sehingga dapat menimbulkan kontraksi pada kehamilan.

Tapi tenang, kontraksi yang dihasilkan tidak akan sampai memicu persalinan prematur, apalagi keguguran. Jadi, ibu tidak perlu khawatir tentang hal ini. Selain itu, kandungan nutrisi dalam ASI serta pertumbuhan janin juga tidak akan mengalami gangguan selama ibu bisa memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi sebaik-baiknya.

 

2 of 4

Nutrisi Ibu Sumber ASI

 

Ingatlah bahwa nutrisi ibu menjadi sumber energi untuk produksi ASI serta penunjang tumbuh kembang janin.

Kebutuhan nutrisi yang harus dipenuhiPada keadaan tidak sedang hamil sekalipun, seorang ibu menyusui membutuhkan tambahan 300 hingga 500 kalori per hari dari kebutuhan kalori dasarnya! Ini adalah angka yang tidak sedikit. Tidak heran, ibu yang sedang menyusui kerap dilanda perasaan kelaparan.

Sedangkan pada ibu hamil, tambahan asupan makanan diperlukan pada trimester kedua dan ketiga. Pada trimester pertama, belum diperlukan tambahan kalori dari kebutuhan dasar ibu diakibatkan ukuran janin yang masih sangat kecil. Meskipun demikian, kelengkapan nutrisi ibu hamil tetap harus dipenuhi.

Dari jumlah kalori yang dibutuhkan oleh ibu hamil, secara umum perlu ditambahkan 300 kalori lebih banyak untuk trimester kedua dan ketiga. Dengan begitu, ketika ibu hamil juga masih harus menyusui anak pertamanya, tambahan kalori yang diperlukan kira-kira adalah 500 kalori untuk menyusui dan 300 kalori untuk janin (bila sudah trimester kedua dan ketiga).

 

3 of 4

Jenis-Jenis Nutrisi Selama Hamil

 

Jumlah ini akan disesuaikan untuk setiap ibu, berdasarkan usia, jenis kelamin, dan aktivitas. Untuk mendapatkan perhitungan yang lebih presisi, ibu juga bisa berkonsultasi dengan dokter.

Adapun mengenai jenis-jenis nutrisi yang diperlukan antara lain karbohidrat, protein, lemak, serta berbagai vitamin dan mineral. Kondisi paling ideal adalah memberikan keduanya (janin dan bayi) berbagai jenis nutrisi, dengan cara ibu mengonsumsi jenis makanan yang beraneka ragam.

Ingatlah, tidak ada satu makanan tunggal yang mengandung semua nutrisi. Ibu harus mendapatkannya dengan mengonsumsi bermacam kelompok makanan. Misalnya kelompok nasi, gandum dan turunannya, biji-bijian, kacang-kacangan, produk turunan susu, serta berbagai buah dan sayuran.

 

4 of 4

Nutrisi Lainnya

 

Namun, ada nutrisi yang memang diperlukan dalam jumlah yang cukup tinggi selama kehamilan. Beberapa di antaranya yaitu kalsium (1000 mg/ hari), zat besi (27 mg/ hari), protein, iodium (220 mikrogram/ hari), vitamin A (770 mikrogram/ hari), vitamin D (15 mikrogram/ hari), vitamin B kompleks, vitamin C (85 mikrogram/ hari) dan asam folat (600 mikrogram/ hari).

Ibu hamil sebaiknya memastikan makanan sumber zat gizi tersebut dikonsumsi dalam jumlah cukup. Selain itu, nutrisi yang cukup penting ditambahkan pada asupan makanan ibu menyusui adalah vitamin A (1300 mikrogram/ hari), vitamin B kompleks, vitamin C (120 mikrogram/ hari), vitamin E (19 mikrogram/ hari), selenium (70 mikrogram/ hari), serta kalsium (1000 mikrogram/ hari).

Penulis : Dr Atika / Klik Dokter

Lanjutkan Membaca ↓