Bayi Kembar Siam Adam Malik Dari Kota Medan Segera Jalani Operasi Pemisahan

Oleh Reza Efendi pada 03 Jul 2019, 15:00 WIB
Diperbarui 03 Jul 2019, 15:00 WIB
Bayi Kembar Siam
Perbesar
Potret Bayi Kembar Siam, Adam dan Malik yang akan menjalani operasi pemisahan. Saat ini kedua orangtua butuh dana untuk biaya operasi anak mereka (Reza Efendi/Liputan6.com)

 

Liputan6.com, Medan - Bayi kembar siam, Adam dan Malik, yang saat ini dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik, Jalan Bunga Lau, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, segera menjalani operasi pemisahan.

Kasubbag Humas RSUP Haji Adam Malik, Rosario Dorothy Simanjuntak mengatakan, saat ini bayi kembar siam pasangan Juliadi Silitonga (29) dan Nurida Sihombing (25) berusia sekitar tujuh bulan. Kondisi kesehatan kedua bayi asal Desa Manalu Purba, Kecamatan Parmonangan, Kabupaten Tapanuli Utara, baik.

"Untuk penanganan operasi Adam dan malik, sudah dibentuk tim. Saat ini tim sedang berkoordinasi terkait rencana operasi pemisahan. Kondisi bayi sehat, tinggal menunggu jadwal operasi pemisahan," kata Rosario, Rabu (3/7/2019).

Dijelaskan Rosario, bayi kembar siam tersebut berada di RSUP Haji Adam Malik sejak akhir November 2018. Sebelumnya Adam dan Malik lahir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sibolga. Kemudian dirujuk ke RSUP Haji Adam Malik.

Adam dan Malik lahir pada 22 November 2018. Selanjutnya bayi kembar siam itu dirujuk ke RSUP Haji Adam Malik pada 27 November 2018, atau lima hari setelah lahir. Untuk biaya perobatan dan susu ditanggung BPJS Kesehatan.

"Kebutuhan harian tidak," ujarnya.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Perjuangan Orangtua Bayi Kembar Siam

Bayi Kembar Siam
Perbesar
Bayi Kembar Siam bernama Adam dan Malik Ini Merupakan Anak ke-3 dan anak ke-4 pasangan Juliadi Silitonga (29) dan Nurida Sihombing (25) (Reza Efendi/Liputan6.com)

 

Diterangkan Rosario, selama ini orangtua bayi kembar siam tersebut harus bolak-balik dari Tapanuli Utara ke RSUP Haji Adam Malik, Kota Medan. Hal ini mereka lakukan karena memiliki dua anak kecil lainnya yang juga harus diurus dan dirawat.

Sementara sang ayah, Juliadi Silitonga, harus bekerja. Sebab jika hanya berada di Medan, menemani bayi kembar siamnya tersebut, dia tidak dapat bekerja, dan tentunya tidak bisa memenuhi kebutuhan keluarga. Terutama Adam dan Malik.

"Pihak rumah sakit senang jika ada yang mau membantu bayi kembar siam tersebut," katanya.

 


Orangtua Bayi Kembar Siam Butuh Bantuan Biaya Sehari-Hari

 

Juliadi Silitonga dan Nurida Sihombing mengaku membutuhkan bantuan, terutama bantuan dari pemerintah daerah tempat mereka berasal, yaitu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Utara.

Nurida, mengungkapkan, bantuan yang mereka butuhkan adalah untuk memenuhi keperluan sehari-hari bayi kembar siam mereka selama menjalani perawatan. Sebab, untuk biaya perawatan di rumah sakit sudah ditanggung BPJS Kesehatan.

"Nah, yang berat itu biaya keperluan sehari-hari, seperti popok, baju, tisu, dan keperluan lainnya," kata Nurida.

Lebih lanjut, Adam dan Malik bukanlah anak pertama dan kedua mereka, melainkan anak nomor tiga dan empat. Sedangkan dua anak lainnya yang kini berumur lima tahun dan 2,5 tahun terpaksa sering mereka tinggal di rumah. Diakuinya, dari rumah mereka ke RSUP Haji Adam Malik sangat jauh.

"Semua anak-anak masih kecil, saya dan suami tidak bisa terus-terusan di sini jaga Adam dan Malik. Ada juga abang dan kakaknya yang harus dijaga. Pengeluaran biaya saya dan suami untuk pulang pergi ini juga besar," Nurida menerankan.

 


Pekerjaan Suami

 

Nurida, mengaku, selama ini suaminya bekerja sebagai penderes karet, sedangkan dirinya hanya berstatus sebagai ibu rumah tangga.

Penghasilan sang suami juga tidak tetap, tergantung cuaca. Jika hujan, mereka sama sekali tidak memiliki pemasukan keuangan.

"Jika suami kerja, suami saya bisa dapat Rp 300.000 per minggu. Itu kalau cuaca bagus. Tapi jika cuaca kurang baik, hujan, ya enggak dapat duit," ujarnya.

Nurida berharap adanya uluran tangan dari dermawan dan juga pemerintah, terutama Pemkab Tapanuli Utara. Apalagi, sebagai orang tua Adam dan Malik, mereka belum tahu secara pasti buah hati mereka akan menjalani operasi pemisahan.

"Pemerintah melalui Pak Bupati sudah ada kasih bantuan, dan disampaikan melalui rumah sakit. Kami juga berharap kepada pemerintah dan pihak rumah sakit, agar bayi kami segera dioperasi," harapnya.

Saat ini Adam dan Malik dirawat di Gedung Paviliun, RSUP Haji Adam Malik, Lantai III, Departemen Anak, Unit Neonatologi. (Reza Efendi)

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya