Penanganan ODHA di Bandung Diklaim Lebih Baik dari Nasional

Oleh Arie Nugraha pada 26 Jun 2019, 13:00 WIB
Diperbarui 27 Jun 2019, 09:13 WIB
Ilustrasi HIV/AIDS

Liputan6.com, Bandung Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bandung mengklaim penanganan terhadap pasien HIV-AIDS atau orang yang hidup dengan AIDS (ODHA), sudah jauh lebih baik dari persentase nasional. Kota Bandung dianggap sudah mampu memberikan jangkauan perawatan (treatment coverage) di kisaran angka 40 persen ODHA.

Menurut Sekretaris KPA Kota Bandung Bagus Rahmat Prabowo berdasarkan laporan dari UNAIDS beberapa waktu lalu, Indonesia menempati peringkat empat terburuk dalam pencegahan dan penanggulangan HIV. Otoritas penanggulanngan HIV-AIDS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut, menyebutkan besaran treatment coverage secara nasional dikisaran 18 persen.

“Semakin tinggi orang yang diobati maka infeksi baru semakin turun. Di Indonesia, kondisinya hanya 18 persen memperoleh perawatan. Artinya masih ada 82 persen yang positif tapi tidak tahu statusnya dan masih bisa menularkan orang lain. Kalau di Kota Bandung penanganannya sedikit lebih baik, kita sekitar 40 persen,” kata Bagus dalam keterangannya ditulis health - liputan6.com, Bandung, Selasa, 25 Juni 2019.

Bagus menegaskan, meski tingginya persentase jangkauan perawatan di ibu kota Provinsi Jawa Barat tersebut tidaklah cukup untuk menanggulangi dan mencegah penyebaran HIV AIDS. Bagus beranggapan masih perlu upaya lainnya agar bisa menjangkau lebih dalam lagi kepada para ODHA.

 

Ilustrasi HIV/AIDS (2)
Ilustrasi HIV/AIDS

Selain dari pengobatan yang menjadi bagian dari usaha moderen melalui medis dan obat-obatan, Bagus menyebutkan bahwa upaya konvensional dengan pendekatan humanis dalam mencegah penyebaran HIV AIDS.

“Sekarang kita sudah punya berbagai metode untuk pencegahan penularan, misalnya yang klasik adalah tidak berhubungan seks atau tidak menggunakan NAPZA (narkotika, psikotropika, dan zat adiktif). Tapi ada pencegahan biomedis ini cukup tren, yaitu dengan pengobatan atau profilaksis pengobatan, ini bisa mencegah penularan,” ujar Bagus.

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mennuturkan upaya pencegahan harus gencar agar dapat menekan angka penyebaran HIV-AIDS. Untuk itu, kolaborasi bersama KPA tidak hanya untuk menanggulangi para ODHA, tetapi turut berupaya mengantisipasi penyebarannya.

Yana yang juga Ketua Pelaksana KPA ini juga mengimbau kepada masyarakat Kota Bandung, khususnya dari kalangan generasi muda untuk memperhatikan pola hidupnya lebih sehat. Sehingga mampu meminimalisasi resiko terjangkit HIV-AIDS.

“Mudah-mudahan dengan ada KPA ini penanggulangan AIDS di Kota Bandung bisa lebih baik. Mudah-mudahan kerja sama pemerintah kota dengan KPA bisa berjalan dengan baik,” ucap Yana.

2 dari 2 halaman

Saksikan juga video menarik berikut

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait