Kisah Emily, Bocah 7 Tahun yang Sudah Menopause

Oleh Liputan6.com pada 24 Jun 2019, 14:00 WIB
Gejala Menopause (istockphoto)

Liputan6.com, Jakarta Umumnya, menopause dialami wanita di akhir 40 tahun atau awal 50 tahun. Namun, hal berbeda dialami Emily McAuliffe, seorang anak dari Australia yang mengalami menopause di usia 7 tahun.

Berbeda dari anak kebanyakan, Emily telah melalui masa menstruasi saat umur empat tahun. Saat ini, dia sudah mengalami menopause seperti dilansir Now to Love, Senin (24/6/2019).

Saat lahir, Emily berbobot 3,6 kg. Walau normal, bobot lahirnya paling ringan dibandingkan saudaranya. Ketika menginjak empat bulan, badan Emily sudah sama besarnya dengan anak berumur satu tahun.

Tam Dover, ibu Emily, mengungkapkan kesedihannya karena anaknya yang mengalami perkembangan yang sangat cepat. Bayangkan, pada usia dua tahun, payudara Emily membesar dan dia memiliki jerawat. Tam tidak bisa membelikan baju yang sesuai dengan umur Emily karena perkembangan tubuhnya.

"Aku memberitahu Emily bahwa itu normal karena aku tidak ingin dia ketakutan, walaupun hal itu sangat tidak normal," kata Tam.

2 of 4

Didiagnosis Penyakit Addison

Kondisi tidak biasa yang terjadi di tubuh Emily membuat orangtuanya segera membawa sang putri ke dokter. Aneka tes sudah dijalani, tapi hasilnya nihil.

Baru, pada 2017, Emily menjalani tes darah. Hasil dari tes mengungkapkan Emily memiliki level hormon yang sama dengan wanita hamil. Emily didiagnosis menderita penyakit Addison, yakni kondisi ketika kelenjar adrenalin tidak menghasilkan hormon yang cukup serta memicu pubertas dini.

Emily menjalani terapi penggantian hormon untuk menghentikan pertumbuhannya yang berakibat menopause dini. Sayangnya, terapi tersebut tidak berhasil.

Sekarang, kesehatan Emily dimonitor oleh dokter spesialis. Secara berkala ia terus menjalani tes genetik dan DNA.

Walau begitu, Emily juga sudah masuk sekolah dasar dan menjalani harinya seperti anak kebanyakan.

3 of 4

Apa Itu Penyakit Addison?

Penyakit Addison adalah suatu kondisi ketika tubuh manusia tidak menghasilkan cukup hormon tertentu. Kelenjar adrenalin yang berada di atas ginjal, seringkali memproduksi terlalu sedikit kortisol dan seringkali terlalu sedikit aldosteron.

Penyakit ini dapat diderita semua usia dan kedua jenis kelamin dan dapat mengancam jiwa. Perawatan sangat diperlukan untuk mengisi kekurangan hormon yang hilang.

Penyakit Addison berkembang secara perlahan, sehingga kadang diabaikan. Berikut gejala dan tanda penyakit Addison seperti dilansir dari laman Mayo Clinic:

1. Kelelahan ekstrem

2. Penurunan berat badan dan penurunan nafsu makan

3. Kulit menggelap (Hiperpigmentasi)

4. Tekanan darah rendah hingga pingsan

5. Kecanduan makan garam

6. Gula darah rendah

7. Mual, diare, atau muntah

8. Sakit perut

9. Nyeri otot atau sendi

10. Emosi tidak stabil

11. Depresi atau perilaku lainnya

12. Rambut rontok atau disfungsi seksual pada wanita

Penyakit Addison tidak dapat dicegah, tetapi ada beberapa langkah untuk menghindari krisis penyakit ini:

1. Konsultasikan ke dokter ketika Anda selalu merasa lelah, lemah, atau kehilangan berat badan. Tanyakan tetang kekurangan adrenalin.

2. Jika Anda didiagnosis menderita penyakit Addison, tanyakan perawatan yang bisa Anda lakukan, seperti belajar cara meningkatkan dosis kortikosteroid.

3. Jika penyakit Anda menjadi parah seperti muntah dan tidak bisa minum obat, segera ke intalasi gawat darurat.

4. Pastikan menindaklanjuti pengobatan secara teratur dengan dokter untuk menghindari dosis obat yang terlalu tinggi.

Penulis: Febrianingsih Alamako

 

4 of 4

Saksikan juga video menarik berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓