Dianggap Sering Unggah Foto Seksi, Izin Dokter Myanmar Ini Dicabut

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 20 Jun 2019, 23:59 WIB
Nang Mwe San

Liputan6.com, Jakarta Seorang dokter di Myanmar harus mengalami pencabutan lisensi dokter setelah dirinya mengunggah foto-foto yang dianggap seksi oleh Dewan Medis setempat.

Dewan Medis di negara itu mencabut lisensi Nang Mwe San pada 3 Juni lalu. Mereka merasa bahwa pakaian yang digunakan dalam foto-foto wanita 29 tahun itu tidaklah tepat.

Mengutip Channel News Asia pada Kamis (20/6/2019), Mwe San sering membagikan foto dengan pakaian renang, gaun ketat, dan pakaian tradisional Burma di media sosial Facebook. Hal ini dikarenakan dirinya juga seorang model.

"Saya sangat terkejut dan sedih. Untuk menjadi seorang dokter, itu adalah perjuangan yang panjang," kata Mwe San pada Thomson Reuters Foundation.

"Apakah saya mengenakan pakaian seksi saat bertemu pasien? Tidak pernah," tegasnya.

2 of 4

Keputusan yang Dianggap Seksis

Nang Mwe San
Nang Mwe San, seorang dokter cantik asal Myanmar harus kehilangan izin praktiknya karena mengunggah foto-foto pribadinya yang terlalu terbuka. (Liputan6.com/nangmwesan)

Mwe San sendiri sudah menjadi seorang dokter umum selama empat tahun. Namun, dia juga sempat berhenti praktik selama dua tahun lalu untuk mengejar kariernya sebagai model. Hal itu yang membuat lisensinya dicabut.

Dewan Medis sempat memberinya peringatan untuk berhenti mengunggah gambar-gambar tersebut dan dihapus dari halaman media sosialnya. Namun, mengutip dari New York Times, Mwe San mengabaikannya.

"Di sini ada begitu banyak seksisme," kata Mwe San.

"Mereka tidak ingin wanita memiliki posisi yang lebih tinggi. Dan mereka menilai wanita dari apa yang kami kenakan. Mereka bahkan tidak ingin kami memakai celana panjang," ujar warga Yangon itu.

3 of 4

Suatu Saat Ingin Bekerja Sebagai Dokter Lagi

Nang Mwe San
Nang Mwe San sudah bekerja sebagai dokter sebelum akhirnya memulai karir di dunia modeling pada 2017. Mwe San kerap menggunggah foto bulgar dirinya ke akun Instagram. (Liputan6.com/nangmwesan)

Kasus ini mendapatkan perhatian dari beberapa pakar. David Mathieson, analis politik independen di Yangon bahkan membandingkannya dengan pembersihan etnis terhadap penduduk Muslim Rohingya di Rakhine.

"Tidak ada yang berbicara tentang apa yang terjadi di Rakhine, tetapi mereka semua bicara tentang kemarahan moral publik, edisi baju renang," kata Mathieson.

Mwe San mengakui bahwa pendapatannya sebagai model memang lebih banyak daripada pekerjaannya sebagai dokter.

"Saya merasa lebih nyaman dan senang bekerja sebagai model," katanya.

Meski begitu, dia tetap berencana mengajukan banding atas putusan tersebut. Dia menginginkan penangguhan lisensi agar suatu saat bisa bekerja sebagai dokter atau sukarelawan setelah karir modelnya berakhir.

"Saya akan mencoba yang terbaik untuk menyimpannya karena saya menghabiskan banyak waktu dan bekerja keras untuk mendapatkannya."

Ketika dihubungi oleh beberapa media, dewan medis Myanmar menolak untuk berkomentar.

4 of 4

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓