Pasien Obesitas Arya Permana Bakal Jalani Operasi Plastik

Oleh Arie Nugraha pada 17 Jun 2019, 18:00 WIB
Diperbarui 17 Jun 2019, 19:16 WIB
Penampakan Arya Permana Si Bocah Obesitas yang Turun 105 Kilogram

Liputan6.com, Bandung Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dalam waktu dekat ini akan melakukan tindakan operasi bedah plastik terhadap pasien obesitas asal asal Desa Cipurwasari, Kecamatan Tegalwaru, Karawang, Jawa Barat, Arya Permana.

Tindakan medis lanjutan tersebut dilakukan, akibat kulit Arya menjadi kendur dan menggantung (mengglambir) karena kehilangan lemak di balik lapisannya.

Menurut ketua tim dokter anak RSHS Bandung Julistyo Djais, usai pemeriksaan kesehatan di poliklinik anak dan sesi pemotretan, terdapat empat bagian tubuh Arya Permana yang kulitnya menggelambir. Julistyo menyebutkan kulit yang menggelambir itu terdapat di lengan, kaki, perut dan dada.

"Memang begitu kalau sudah kegemukan ya setelah menciut, (menghilangkan) gelambir-gelambir ya tugasnya dari dokter bedah plastik. Untuk istilahnya mengkoreksinya. Operasinya sih sudah waktunya sekarang ini sudah melebihi limitnya. Persoalannya dipelajari dulu dan tidak langsung dioperasi semuanya, tangannya dulu, mungkin nanti perutnya, dadanya terus kakinya. Bertahaplah," kata Julistyo saat dihubungi, Bandung, Senin, 17 Juni 2019.

 

2 dari 2 halaman

Langkah setelah operasi plastik

Julistyo menuturkan langkah usai dilakukannya operasi bedah plastik untuk Arya juga harus dicermati dengan baik. Dengan memperkirakan jangka waktu penyembuhan luka sisa operasi yang telah dilakukan.

Hal itu disebabkan, tidak semua pasien yang menjalani tindakan operasi bedah plastik, lukanya dapat sembuh secara cepat. Sehingga dibutuhkan penanganan yang tepat dan terukur.

"Kemungkinan dalam waktu dekat ini akan dilakukan rapat oleh dokter spesialis bedah plastik. Berat badan Arya tadi sewaktu datang ke poli anak 85,9 kilogram. Kondisinya sehat hanya meninggalkan masalah di bagian kulit tubuh berlipat-lipat di area tertentu. Kami merencanakan ke depan untuk menangani kondisi tersebut dengan meminta bantuan sejawat dokter bedah plastik," ujar Julistyo.

Kemungkinan besar, jumlah dokter spesialis bedah plastik yang dikerahkan pada saat tindakan operasi sangat banyak. Tujuannya agar durasi pelaksanaan operasi dapat rampung secepat mungkin. (Arie Nugraha)

Lanjutkan Membaca ↓