Terjebak Macet, Detak Jantung dan Tekanan Darah Meningkat

Oleh Benedikta Desideria pada 08 Jun 2019, 17:00 WIB
Jalur Puncak Macet

Liputan6.com, Jakarta Bagi orang-orang-orang di kota besar, kemacetan merupakan hal yang kerap terjadi apalagi di jam-jam sibuk. Namun, saat libur Lebaran seperti saat ini titik-titik kemacetan berada di jalur-jalur menuju objek wisata.

Studi tentang macet terhadap tubuh pernah dilakukan profesor psikofisiologi Liverpool John Moores University, Inggris, Stephen Fairclough yang dipublikasikan pada 2014. Penelitian tersebut memang dilakukan pada saat-saat jam sibuk di Inggris.

Peneliti ingin melihat efek lagu terhadap kerja jantung. Rupanya lagu punya pangaruh terhadap ketenangan.

"Ketika ketika terjebak dalam kemacetan lalu lintas, muncul kecemasan tidak bisa sampai tujuan tempat waktu. Pada saat itu, kita tidak hanya merasa stres atau marah," kata Stephen.

"Ada beberapa perubahan yang terjadi pada tubuh saat macet, seperti peningkatan detak jatung dan tekanan darah," katanya lagi seperti mengutip laman Psychology Today, Sabtu (8/6/2019).

2 of 2

Musik Menenangkan, Turunkan Tekanan Darah Saat Macet

Ilustrasi dengar musik di mobil
Mendengarkan musik saat macet

Setelah melakukan penelitian kemudian menganalisis, Stephen menemukan bahwa musik benar-benar memiliki pengaruh menenangkan pengemudi.

"Hasil penelitian menunjukkan, pengemudi yang mendengarkan musik-musik agresif atau keras atau sama sekali tidak mendengarkan musik, mengalami kenaikan tekanan darah ketika macet," tutur Stephen.

Pada pengemudi yang mendengarkan lagu-lagu menenangkan, efeknya berbeda. Mereka lebih tenang saat mengemudi. Jadi, tidak ada salahnya Anda mendengarkan musik yang nyaman di telinga bila terjebak macet. Musik smooth jazz atau soft rock atau genre lain kesukaan Anda bisa diputar.

Lanjutkan Membaca ↓